SMAMSA Gelar Darul Arqam Internalisasi Nilai Ramadhan Pada Pribadi

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Ada yang menarik dari program ramadhan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang (SMAMSA) menggelar Darul Arqam CERIA SMAMSA dengan menghadrikan nara sumber muballigh senior Muhammadiyah mulai Rabu-Jum’at 14 – 16 April 2021. “Tujuan kami menggelar Darul Arqam ini, untuk menguatkan iman dan takwa siswa selama ramadhan,” ujar Kepala Sekolah SMAMSA, Dra. Umi Mafrukhkah, kemarin.

Menurut Bu Umi-nama panggilan Umi Mafrukhkah-tema yang dipilih Daril Arqam kali ini adalah Internalisasi Nilai – Nilai Ramadhan. Kegiatan Darul Arqam dimulai pada pukul 07.30 dengan kegiatan tadarus Al Qur’an per kelompok dengan jumlah total 19 kelompok. Teknisnya setiap kelompok terdapat satu guru pendamping tadarus. Tadarus Al Quran dilakukan melalui video call WA, kemudian pada pukul 08.00 dilanjutkan dengan kegiatan materi inti seperti mendengarkan tausyiyah dari muballigh Muhammadiyah.

SMAMSA Gelar Darul Arqam Internalisasi Nilai Ramadhan Pada Pribadi 1Suasana Darul Arqam SMAMSA Kota Malang meski virtual penuh makna.

Kata Bu Umi, hari pertama yakni 14 April 2021 materi yang disampaikan adalah Implementasi Takwa Dalam Dunia Pelajar dan Dunia Kerja. Materi tersebut disampaikan Ustad. Ahmad Fatoni, Lc, M.Ag. Papaparan materi tersebut menyampaikan bahwa ciri orang bertakwa menurut Ali bin Abi Thalib ada empat. Yakni tTakut kepada Allah dalam artian semakin mendekatkan diri pada Allah karena takut akan azabnya, akan dosanya. Itu sebabnya setiap melakukan kesalahan segera beristighfar dan meminta maaf.

Berikutnya, lanjut Bu Umi menirukan materi ustadz Fathoni, dengan mengamalkan kandungan Al Qur’an, karena semua hal ada di dalam Al Quran, sehingga harus mengetahui artinya. Mengingat kematian, mengisi hidup dengan bekal untuk kematian. Terakhir Merasa cukup (qona’ah) selalu bersyukur.

Lantas bagaimana Implementasi takwa dalam dunia kerja? Ustadz Ahmad Fatoni menyampaikan bahwa pekerja tidak boleh asal kerja. Ada syarat yang harus dipenuhi supaya bernilai ibadah, harus jihad fisabilillah sehingga ketika meninggal maka dalam kondisi berjihad. Profesional bekerja sesuai tanggungjawab yang diemban masing-masing harus amanah dan mengharap ridho Allah. (kontributor: maya marisa/editor: doni osmon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *