Ustadz Iktibar PCM Klojen Pesan Takwa HBH SMP Muhasa-SMAMSA

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– 24 Mei 2021 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) tadi pagi menggelar halal bi halal (HBH) di kompleks Perguruan Oro-Oro Dowo yakni SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang (SMP Muhasa) dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang (SMAMSA).

“Alhamdulillah hingga saat ini kita masih diberi kesempatan Allah untuk bertemu dan bersilaturahmi dalam halal bi halal ini. Semoga ramadhan dan idul fitri menjadikan kita sebagai insan bertakwa lebih baik lagi,” opening Ketua PCM Klojen Iktibar Nawa Admaja.

Menurut ustadz Iktibar, setelah melalui bulan ramadhan yang penuh nikmat dan berkah, maka saat ini kembali dalam kondisi yang fitrah. Maksudnya, lahir dan batin kembali ke fitrah, karena saling memaafkan antara satu dengan lainnya. Itu sebabnya seorang muslim harus mengetahui parameter atau tolak ukur kembali ke fitrah.

Ustadz Iktibar PCM Klojen Pesan Takwa HBH SMP Muhasa-SMAMSA 1Suasana halal bi halal Perguruan Oro-Oro Dowo

Yakni, tandas ustadz Iktibar, diantaranya bertambahnya keimanan dalam hati dan pikiran. Adanya kelembutan lisan, artinya terdapat kecakapan dan perbaikan ucapan, sehingga kehidupan menjadi lebih baik, tentram dan damai. Amal kebaikan di bulan ramadhan terus dilanjutkan. Itu sebabnya diterima atau tidaknya ibadah puasa seseorang akan terlihat pada sebelas bulan setelah ramadhan. Jika ibadah yang dilakuakn semakin bertambah maka iman seorang tersebut menjadi kuat, jika semaliknya maka sulit dikatakan sebagai mukmin.

Kata ustadz Iktibar, itu sebabnya harus dikenali ciri-ciri orang mukmin. Yakni takut kepada Allah dan rosulNya, patuh terhadap kedua orang tua, mempersiapkan untuk hari akhir dan kematian dengan amal kebaikan. Sehingga seorang mukmin akan menjaga semua perbuatan dan anggota tubuhnya dari perbuatan maksiat.

“Marilah kita berjuang bersama-sama dalam menegakkan amal kebaikan agar kehidupan kita pribadi juga baik, sehingga bulan ramadhan memang benar-benar telah menshalihkan kehidupan kita menjadi seorang hamba Allah yang muttaqin dan mukmin,” pungkasnya. (kontributor: maya marisa/editor: doni osmon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *