Sekolah Aman Bencana (SAB)

SMAMSA: Semangat Mewaspadai Bencana Hari ketiga sekaligus penutupan dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dilaksanakan hari sabtu, (20/07) dilangapan Sekolah Muhammadiyah 1 Malang (SMAMSA). Menanggapi perlunya membekali siswa tidak hanya dalam kegiatan akademik di kelas, SMAMSA juga berusaha membekali siswa dalam lingkup sosial kemanusiaan. Kegiatan sosial itu diinterpretasikan dalam bentuk kepedulian serta kesiapsiagaan terhadap peristiwa bencana MDMC wilayah Malang Raya. Dua hari sebelumnya, siswa dan guru telah mengasah pengetahuan tentang manajamen bahaya bencana. Hari ini, mereka bahu membahu menyelesaikan misi kemanusiaan terhadap bahaya bencana di sekolah melalui simulasi lapang. Melalui pembentukan tim siaga yang baik, siswa dan guru terbagi menjadi empat tim mereka berperan dalam melakukan peringatan dini, evakuasi, pertolongan pertama gawat darurat, logistik, dan sosialisasi. Simulasi lapang dilakukan dengan merencanakan skenario bencana kebakaran yang berasal dari lantai dua sekolah. Mereka saling bergerak dan berpindah untuk memastikan bahwa mereka harus aman dan yang pasti sesuai prosedur penanganan yang tepat. Tim Peringatan dini mengambil tindakan terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan tim evakuasi. Tim logistik dan tim sosialisasi yang sudah bersiap di titik kumpul pun berusaha menenangkan keadaan. Skenario simulasi diikuti dengan cukup antusias dengan penuh tanggungjawab meskipun dirasa melelahkan. Tim MDMC yang mendampingi memberikan evaluasi pada dua kali gladi terhadap hal apa yang diangggap belum sesuai dengan prosedur seperti teknik membawa korban dari tempat kejadian ke titik kumpul serta perlakuan terhadap korban patah tulang yang harus dibawa ke mobil ambulance. Peristiwa kebakaran ini semakin kacau dengan bertambahnya dua siswa yang jatuh di jalan raya depan sekolah. Setelah memastikan bahwa tim siaga telah melakukan semua tugasnya, sumber api telah dipadamkan, dokumen telah diselamatkan, korban telah ditangani tim medis, semua siswa yang selamat telah berada di titik kumpul maka wakil kepala koordinator mengumpulkan perwakilan tim siaga untuk melaporkan hasilnya. Wakil kepala koordinator pun menerima hasil untuk segera dilaporkan kepada kepala sekolah pascabencana. Kegiatan simulasi ini dinilai sukses oleh tim MDMC dan kepala sekolah serta sangat mengapresiasi semangat guru dan siswa dalam mengantisipasi bencana. SMAMSA sendiri telah diakui sebagai sekolah Aman Bencana. MDMC pun tidak berhenti sampai di sini, mereka mendorong siapapun untuk bisa terlibat sebagai relawan bencana. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dan pengukuhan tim siaga dari MDMC kepada guru dan siswa peserta simulasi. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *