Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo

PERGURUAN ORO-ORO DOWO-Meraih juara umum tigkat remaja pada even kejurda Jatim, membuat Pimda Tapak Suci Malang, memilih perguruan Oro-Oro Dowo sebagai tuan rumah Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Kota Malang. “Bapak-ibu adik-adik sekalian di perguruan oro-oro dowo ini ada dua sekolah yaitu SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Malang. Mudah-mudahan dengan silaturahim ini kami lebih meningkatkan prestasi tapak suci yang ada perguruan muhammadiyah oro-oro dowo ini,” ujar Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah dalam sambutannya.

Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo 1 Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah, siap menampung atlit tapak suci sebagai keluarga besar perguruan oro-oro dowo sebagai siswa SMP-SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang.

Bapak-ibu dan peserta sekalian, lanjut Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah- jika sekarang ada atlit usia sekolah dasar bisa meminta kepada orang tuanya untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah 1, sementara yang usia sekolah menengah pertama, bisa menyampaikan kepada orang tuanya untuk sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Baik di SMP maupun SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, semua ada tapak suci yang juga berprestasi dan peduli dalam mengembangkan bakat seni bela diri.

“Mengunjungi SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Malang ini, semoga bukan hanya ketika ujian kenaikan tingkat. Namun sudah menjadi keluarga besar SMP-SMA Muhammadiyah 1 Malang sebagai siswa sekolah perguruan oro-oro dowo,” harapnya.

Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo 2Atlit cilik tapak suci tingkat SD/SMP jika ingin melanjutkan prestasi tapak suci bisa melanjutkan di perguruan oro-oro dowo.

Terakhir, Umi menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada panitia UKT tapak suci. Secara khusus Umi meminta kepada Ketua Pimda Tapak Suci Malang, Kusmadiyono, untuk menyambangi perguruan oro-oro dowo dalam rangka apapun terkait tapak suci, siap untuk membantunya. Jika sekarang masih ada kekurangan, mudah-mudahan ke depannya kekurangan pelan-pelan dibenahi. Sekarang ini semua faslitas sudah siap digunakan untuk UKT. (foto/editor: doni osmon)

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Tabloid Mata Hati

SMAM SANTRI MALAM UNGGUL

Januari 14 2020

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Redaksi Edukasi

AddThis Sharing ButtonsShare to Facebook

Share to WhatsAppShare to Gmail

ORO-ORO Dowo-Dari sekian banyak sekolah Muhammadiyah Kota Malang, mungkin hanya SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, yang kepala sekolahnya memikirkan pengakaderan untuk persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini dibuktikan dengan program Mabit (malam bina iman dan takwa) yang dimulai hari Sabtu malam (11/1) lalu.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 1Suasana pengkaderan di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang beberapa waktu lalu.

“Kami mengadakan mabit ini mempunyai tujuan menyiapkan kader Muhammadiyah yang tangguh, serta mempunyai wawasan persyarkatan yang luas, tentang Al Islam dan Kemuhammadiyaan. Semoga mabit ini menjadi efektif seiring perkembangan sekolah yang terus meningkat prestasinya,” ujar Kasek SMAMSA, Dra Umi Mafrukhah, kemarin.

Tujuan lainnya? Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa- mabit ini juga membekali siswa SMAMSA dari pergaulan bebas. Sebagai generasi muda yang menginjak dewasa, tentu jiwanya harus diarahkan atau dibekali dengan berbagai kegiatan agama yang nantinya menjadi benteng diri dari hal negatif serta kegiatan hedonis yang mengancam masa depan dan merugikan diri sendiri.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 2Al Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi materi utama malam bina iman takwa di SM Muhammadiyah 1 Malang.

Itu sebabnya, kata Umi, melalui mabit mereka mengetahui bahwa pergaulan yang dianjurkan oleh agama seperti apa, serta bagaimana mengisi waktu liburan itu agar tidak sia-sia.

Menurut Umi, selama mabit ini materi yang diberikan setidaknya ada empat hal. Yaitu penguatan keislaman dan kajian keislaman seperti Shalat Tahjud, Tahsin Al Quran, Kemuhammadiyahan, motivasi belajar, serta outbond. (foto: yuni/editor: doni osmon)

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris

REDAKSI EDUKASI

ORO-ORO DOWO-Hari pertama masuk sekolah semester ganjil, siswa SMAMSA atau SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, langsung digembleng dengan penyegaran kemampuan bahasa asing. Salah satunya adalah bahasa Inggris. Tidak tanggung-tanggung, SMAMSA mendatangkan instruktur dari Cambrige English Course, Pare, Kediri.

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris 1Seorang instruktur Bahasa Inggris asal Pare, sedang melakukan dialog dengan siswa SMAMSA.

“Hari pertama masuk sekolah memang harus direfresh ulang pelajaran siswa tentang kemampuan bahasa asingnya. Untuk itu, kami ingin memantapkan kembali kemampuan bahasa Inggris siswa tersebut dengan mendatangkan instruktur lembaga bahasa Inggris supaya siswa merasakan nuansa baru diajar guru di luar sekolahnya,” ujar Kasek SMAMSA, Umi Mafrukhah, kemarin.

Di tempat yang sama, instruktur Cambrige English Course, Pare, Kediri, Aldi Pratama, menjelaskan program kursus bahasa Inggris di SMAMSA ini selama satu bulan. Program ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Ingrris siswa dalam hal speaking, listening, dan wraiting.

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris 2Are yau ready? Siswa SMAMSA mencoba speaking dengan instrukturnya.

Metodenya? Aldi-nama panggilan Aldi Pratama-menjelaskan lebih kepada metode yang menyenangkan (fun). Maksudnya, siswa diminta mendengarkan lagu untuk melatih daya listeningnya, menonton film dengan sub title bahasa Inggris sebagai peningkatan vocabulary, serta weakly meeting untuk speech, yaitu kesempatan siswa untuk menguasai pidato bahasa Inggris, MC, hingga Al Qur’an yang translaternya menggunakan bahasa Inggris.

Menurut Aldi, melalui berbagai metode ini diharapkan siswa menguasai grammer, menambah vocabulary, dan skill siswa dalam berbicara bahasa Inggris. (foto/editor: doni osmon)

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI – Tabloid Mata Hati

ORO-ORO DOWO-Peningkatan mutu dan kompetensi pendidikan di lingkup majelis dikdasmen PDM Kota Malang terus ditingkatkan. Salah satu caranya dengan menggelar workshop SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) di SMP Muhammadiyah 1 dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. “Workshop SPMI ini memang sudah beberapa kali dilakukan, agar sekolah yang berada di perguruan muhammadiyah oro-oro dowo ini meningkat mutu dan kompetensinya sesuai dengan delapan standar plus,” ujar Pembina Perguruan Muhammadiyah Oro-Oro Dowo, Dr Abdul Majid Syam, MA, kemarin.

Menurut Abdul Majid-nama panggilan Abdul Majid Syam-workshop SPMI ini dalam rangka meningkatkan mutu SDM (sumber daya manusia). Melalui delapan standar plus akan dipetakan dan divalidasi, kemudian disusun untuk sistem penjaminan jutu SMP-SMA Muhammadiyah 1 Perguruan Oro-Oro Dowo.

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI 1Pembina SMPM dan SMAM 1 Kota Malang, Adul Majid Syam, (kiri) sedang berdiskusi dengan pemateri.

Sehingga dari delapan standart ini, kata Abdul Majid, diharapkan bisa meningkat. Delapan standart dimaksud adalah standart kompetensi lulusan (SKL), standart isi, standart proses, standart penilaian pendidikan, standart sarana dan prasarana, standartpendidikan, standart pengelolaan, dan standart pembiayaan.

“Kami berharap SPMI yang dibuat empat tahun sekali ini, harus ada peningkatan. Sebab setiap tahun selama empat tahun tersebut ada review. Dari review inilah kami bisa mengetahui standart yang dibuat setiap akhir tahun pencapaiannya sudah seberapa jauh, kendalanya apa, solusinya apa,” akunya.

Sebelum workshop ini sekolah sudah melakukan SPMI bagaimana hasilnya? Abdul Majid menjelaskan belum bisa melakukan evaluasi disebabkan SPMI yang dilakukan dua sekolah ini masih sebatas pelatihan masih belum workshop. Sehingga belum bisa diketahui standart mutunya seperti apa, item peningkatan peningkatan mutunya seperti apa, sehingga belum bisa mengukur standart mutunya karena dasar item pengukurannya tidak ada.

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI 2Delapan standart penjamin mutu internal, sebagai bahan materi workshop SPMI.

“Kalau boleh kami menyebutkan jika yang dilajukan kemarin tersebut masih wawasan. Sedangkan empat hari ini sudah melangkah pada workshop yang harus menghasilkan buku SPMI sehingba bisa diukur peningaktannya,” ucapnya.

Menariknya, Abdul Majid menyebutkan jika buku SPMI yang dibuat ini berbasis MBS (manajemen berbasis sekolah) artinya semua karyawan sekolah terlibat, mulai guru, bagian umum, hingga kepala sekolah. Sehingga merasa memiliki sekolah untuk berkembang dan meningkat kualitasnya. (foto/editor: doni osmon)

https://tabloidmatahati.com/smp-dan-sma-muhammadiyah-1-kota-malang-empat-hari-gelar-workshop-spmi/#.XfXK7LDc9i-.gmail

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

ORO-ORO DOWO- Setiap sekolah memang mempunyai ciri khusus untuk ditampilkan ke masyarakat. Salah satu sekolah yang dikenal mempunyai karakter peduli lingkungan dan berjiwa sosial adalah SMA Muhammdiyah 1 Kota Malang, atau sering disingkat SMAMSA. Nyaris setiap ada kegiatan terkait lingkungan dan sosial, SMAMSA selalu hadir untuk memberikan pertolongan. Seperti kemarin, untuk menolong warga Kota Batu korban bencana alam, SMAMSA mengirimkan tim disaster ke daerah bencana.

“Kami memang mendidik siswa untuk mempunyai karakter kuat dengan peduli ligkungan hidup dan sosial. Karena lingkungan alam dan jiwa sosial sangat erat kaitannya. Untuk menumbuhkan jiwa sosial tersebut, kami selalu mengirimkan siswa ke daerah bencana untuk membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung,” aku Kepala Sekolah SMAMSA Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 1Tim tanggap darurat SMAMSA menyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat.

Menurut Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-, pada bencana alam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, SMAMSA mengirimkan puluhan siswanya untuk bergabung dengan tim bencana alam lain di lokasi bencana. Yakni Dusun Gabes Tulungrejo, Desa Ngaglik, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Aksi yang dilakukan tim SMAMSA, kata Umi seperti kerja bakti pembersihan PAUD As Sakinah, memperbaiki rumah warga di sekitar PAUD, membersihkan Masjid Riadlush Shalihin, dan pembagian bantuan di lokasi bencana.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 2Tim SMAMSA Kota Malang memperbaiki salah satu pagar rumah warga yang rusak.

Kehadiran tim SMAMSA di lokasi bencana, tandas Umi, merupakan konsekwensi sebagai salah satu yang dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana. Sebagai sekolah yang aman bencana, maka konsekwensinya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat terkena bencana baik berupa tenaga maupun materiil lainnya. “Sebagai sekolah yang sudah dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana, mempunyai kewajiban untuk ikut respons apabila terjadi bencana,” ucap pembina Hizbul Wathan SMASA ini.

Umi lantas menjelaskan tujuan lain dari pengiriman tim SMAMSA ke lokasi bencana, untuk melatih empati siswa terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di sekitarnya. Melatih ketangguhan dan ketanggapan siswa dalam menghadapi bencana. “Ketika siswa berada di lokasi bencana, secara langsung bisa mengetahui bagaimana cara menolong korban di lokasi bencana. Sehingga antara teori atau simulasi kebencanaan di sekolah bisa langsung diterapkan di lokasi bencana. Semoga kegiatan mereka ini dicatat Allah sebagai amal ibadah,” pungkas Pembina SAB SMAMSA. (foto-pewarta: umi/editor: doni osmon)

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment

ORO-ORO DOWO-Apa yang dilakukan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, atau populer disebut SMAMSA patut ditiru sekolah lain. Apa itu? Yaitu sekolah JKPKA. Secara detailnya, Kasek SMAMSA Dra. Umi Mafrukhah menjelaskan, dimaksud JKPKA adalah Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 1siswa smamsa sedang praktek meneliti kualitas air.

JKPKA kata Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-adalah organisasi guru dan siswa yang peduli pada pelestarian sumber daya air dan lingkungan sejak 24 Juni 1997. Guru dan siswa anggota JKPKA melakukan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi air dalam pendidikan lingkungan hidup (PLH) pada mata pelajaran di sekolah.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di sekolah dan praktik lapangan di sungai sehingga tercipta “sekolah sungai” di Indonesia, khususnya di aerah aliran sungai (DAS) Kali Brantas dan DAS Bengawan Solo. Metode dan pendekatan yang digunakan bervariasi. Metode/Pendekatan Saintifik, Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, PBL, STEM/STEAM.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 2Usai konsultasi dengan pemateri, siswa SMAMSA selfi bersama.

Menurut UMI, salah satu tujuan dibentuknya JKPKA untuk mendorong siswa agar memiliki kompetensi tindakan nyata dan berdampak positif serta kepedulian terhadap pelestarian sumber daya air dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hal ini, SMAMSA Kota Malang sebagai anggota JKPKA, dan Koordinator Pusat JKPKA bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta 1 Malang mengadakan pelatihan guru dan siswa metoda Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, STEAM dan Pendekatan Saintifik dalam implementasi kurikulum 2013, untuk kesehatan sungai dan lingkungan hidup.

Kegiatan yang diadakan tangal 18-19 Oktiber lalu, kata Umi, setelah mengikuti pelatihan hasil yang dapat diperoleh oleh peserta adalah, bagi guru memperoleh pengetahuan tentang pendekatan STEAM yang diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Bagi guru dan siswa, memperoleh pengetahuan tentang Bioassessment dan Water Inquiry dalam upaya memantau kualitas air yang diharapkan berguna bagi sekolah dan lingkungan sekitar. Serta bagi siswa, dapat mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh JKPKA. “Inilah yang akan kami terapkan di sekolah sebagai bentuk sekolah lingkungan. Antara guru dan siswa saling mempunyai keahlian dalam bidang lingkungan khususnya air,” pungkasnya. (foto-pewarta: umi /editor: doni osmon)

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri

ORO-ORO DOWO-Persyarikatan Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di Malang raya ini sudah tidak diragukan lagi. Ketika banyak sekolah menolak siswa inklusi (istimewa), tidak demikian dengan sekolah di lingkungan majelis dikdasmen muhammadiyah Kota Malang, justru menerima siswa inklusi tersebut. Salah satu sekolah dimaksud adalah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Sekolah yang dikomandoi oleh Dra. Umi Mafrukhah ini, kemarin bersama beberapa siswa inklusi menggelar aksi belanja bersama di pasar tradisional setempat.

“Kami tidak pernah membedakan dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa di sekolah kami. Itu sebabnya pembelajaran kami melayani dan memperhatikan siswa inklusi merupakan wujud kami sebagai guru dalam mengabdikan diri supaya siswa berkebutuhan khusus siap meraih masa depan gemilang,” ujar Umi Mafrukhah, kemarin.

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri 1Berapa harga cabe? Seorang siswa istimewa SMA Muhammadiyah 1, bertanya kepada pedagang di pasar setempat.

Materi pembelajaran dimaksud Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa-tentang ekonomi. Siswa inklusi ini diajak langsung ke pasar tradisional Oro-Oro Dowo. Di pasar ini, siswa dikenalkan mata uang dan belanja secara umum. Sehingga siswa lebih percaya diri ketika melakukan transaksi di luar sekolah.

Menariknya, Umi sebagai kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1, meminta siswa membawa uang saku Rp 10 ribu per siswa inklusi. Siswa harus membelanjakan uang ini ketika di pasar. Modal uang tersebut ternyata dibelanjakan aneka sayur dan bumbu dapur. Atas dasar hal ini, akhirnya semua yang sudah dibeli diolah menjadi menu makan siang dan bersama di makan di sekolah.

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri 2Usai belanja di pasar, bersama memasak menu makan siang.

Sementara itu guru pendamping khusus Dwi Fitria Aini, S.Psi, mengungkapkan siswa istimewa ini diajarkan mata pelajaran ekonomi dan prakarya. Materinya mengenalkan mata uang dan cara penggunaannya, praktek jual beli atau transaksi di pasar, praktek tawar menawar, dan praktik memasak.

Menurut Dwi Fitria Aini, tujuan siswa di ajak ke pasar adalah memberikan pembelajaran bagi siswa istimewa agar mampu bertahan dan secara mandiri menghadapi kehidupannya di kemudian hari. (foto: dwi fitria aini/editor: doni osmon)

Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah

SMAM AGUS PUR (3) UNGGULOKTOBER132019

Hadirkan Muballigh Senior, SMA Muhammadiyah 1 Gelar Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah

REDAKSI EDITORIAL

ORO-ORO DOWO-Kajian tematik yang diadakan setiap bulan Sabtu minggu ke 2 ini dihadiri oleh guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, patut diacungi jempol. Sebab, pengajian ini selalu membahas tentang manhaj muhammadiyah. Seperti apa kajian tersebut? Ir. Agus Purwadyo, sebagai pemateri kajian dengan tema manhaj muhammadiyah, mengupas tentang peran suatu lembaga pendidikan dalam konteks amal usaha muhammadiyah (AUM) dakwah amar makruf nahi mungkar, dalam bingkai manhaj muhammadiyah.

Hadirkan Muballigh Senior, SMA Muhammadiyah 1 Gelar Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah 1CUKUP PEDOMAN HIDUP ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH: Begitulah pesan pemateri untuk menjalankan hidup ini.

Itu sebabnya, Agus Purwadyo mengimbau sebagai pengelola AUM di SMA Muhammadiyah 1, ketika dakwah mar makruf nahi mungkar harus mengacu pada hasil muktamar muhammadiyah ke 44 tahun 2000 di Jakarta, yang menghasilkan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHI WM). Dalam pedoman hidup islami warga muhammadiyah itu, sudah jelas dan lengkap bagaimana seorang warga muhammadiyah memegang aqidahnya, ahlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah.

Bukan itu saja, Agus Purwadyo melengkapinya pada pedoman hidup islami warga muhammadiyah tersebut poin D dan E harus dicermati secara tegas oleh setiap AUM. Kok begitu? Agus Purwadyo lantas menjelaskan, pada poin D hal 72 diatur bagaimana warga muhammadiyah berorganisasi. Jika warga muhammadiyah mengetahui cara beroganisasi di muhammadiyah maka organisasi muhammadiyah bisa lebih berkembang dan lebih cepat dakwahnya.

Hadirkan Muballigh Senior, SMA Muhammadiyah 1 Gelar Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah 2KARYAWAN AUM: Harus mengetahui apa itu manhaj muhammadiyah, acuan pedoman hidup islami warga muhammadiyah.

Agus Purwadyo juga mengingatkan warga SMA Muhammadiyah 1, dalam mengelola AUM juga harus mengacu pedoman hidup islami warga muhammadiyah di poin E halaman 76, tentang kehidupan mengelola AUM. Bisa dibaca pada nomer 13 kalimat terakhir karyawan AUM harus senantiasa taqarrub meningkatkan dan mendekatkan diri melalui pengajian, tadabbur Al Quran dan hadis, serta kegiatan ibadah lain yang terkait dengan pengelolaan AUM.

Sementara itu, Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah, mengatakan pengajian manhaj muhammadiyah ini memang perlu untuk AUM. Sebab pengajian seperti ini merupakan pelaksanaan pedoman hidup islami warga muhammadiyah yang disarankan oleh pemateri, bahwa perlunya taqarrub mendekatkan diri pada Allah dalam muamalah dan ibadah dalam bingkai amal usaha muhammadiyah. (foto: umi/editor: doni osmon)

Peran BK SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Maksimal, Arahkan Potensi Siswa Produktif-Kreatif

ORO-ORO DOWO-Pergaulan remaja di lingkup pendidikan sekolah menengah atas, memang membutuhkan perhatian dan pengawasan khusus. Sebab remaja dalam masa pertumbuhan harus diarahkan agar produktif dan kreatif dalam menyalurkan bakat dan minatnya. Salah satu sekolah yang mahir menangani hal ini adalah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. “Siswa didik kami sudah sejak awal masuk sekolah sudah kami bimbing untuk menjadi siswa yang unggul dan berkarakter,” ujar Penggungjawab Bimbingan Konseling (BK), Laili Maulidina, S.Psi.

Apa saja program BK di SMA Muhammadiyah 1? Laili-nama panggilan Laili Maulidina-program BK meliputi awal semester, bulanan, serta tahunan. Pada awal semester siswa didik harus menjalani program psikotes. Program ini bertujuan untuk mengetahui minat, bakat, serta kemampuan siswa dalam bidang akademik dan non akademik. Hasil psikotes ini dilanjutkan dengan program penyuluhan tentang apa saja yang harus dilakukan siswa didik terhadap hasil tersebut.

Peran BK SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Maksimal, Arahkan Potensi Siswa Produktif-Kreatif 1Memotivasi siswa tentang perencanaan masa depan setelah lulus adalah tuigas BK. seperti seorag siswa SMA 1 Muhammadiyah ini sedang konsultasi tentang bakat dan potensinya pada guru BK.

Program bulanan, kata Laili, terkait materi ter-update seperti bulan ini apa saja yang terjadi di negara ini. Misalnya tentang dunia pendidikan, dunia kerja. Sehingga dari keadaan terkini siswa dapat konsultasi jika keadaan seperti ini, apa saja yang harus dilakukan setelah lulus nanti. Sehingga ketika lulus nanti tidak ketinggalan informasi.

Menurut Laili program tersebut adalah program penunjang materi klasikal (materi pelajaran kelas). Jika materi klasikal adalah layanan yang berhak siswa dapatkan di kelas BK., sedangkan untuk yang individu digunakan interview menggorek informasi lebih dalam tentang kebutuhan siswa seperti apa.

Program BK ini, ungkap Laili, lebih fokus pada perkembangan siswa didik usia remaja apa yang harus dibutuhkan. Misalnya siswa sejak awal harus sudah mengetahui setelah lulus nanti apa yang akan dilakukan. Ketika di awal siswa ingin menjadi guru maka siswa sudah disetting untuk menjadi tenaga pendidik. Pelajaran yang diberikan juga disesuaikan dengan guru mapelnya.

Menariknya Laili mengaku soal kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 1, tidak begitu menjadi masalah. Sebab siswa didik sudah diarahkan sejak awal masuk sekolah harus mengikuti aturan yang ada. Sehingga siswa patuh, jika ada yang sedikit mbandel itu termasuk wajar bisa dikendalikan.

Peran BK SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Maksimal, Arahkan Potensi Siswa Produktif-Kreatif 2Salah satu cara menggali potensi dan kreatifitas adalah dengan mengarahkan siswa membaca referensi susuai dengan bakat minatnya, apakah yang akan dilakukan setelah lulus sekolah nanti. melanjutka atau wirausaha.

Laili menyebutkan lebih memaksimalkan peran BK, pihak sekolah sudah menjalin kerjasama dengan Pusat Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Lembaga ini akan menjadi mitra dalam memberikan solusi terhadap masalah yang dialami siswa didik. Tapi di SMA Muhammadiyah 1, hampir semua siswanya mandiri, pihak BK hanya memberikan motivasi agar lebih terarah kemandirian siswa pada pencapaian cita-citanya. (foto/pewarta: doni osmon)