Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo

PERGURUAN ORO-ORO DOWO-Meraih juara umum tigkat remaja pada even kejurda Jatim, membuat Pimda Tapak Suci Malang, memilih perguruan Oro-Oro Dowo sebagai tuan rumah Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Kota Malang. “Bapak-ibu adik-adik sekalian di perguruan oro-oro dowo ini ada dua sekolah yaitu SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Malang. Mudah-mudahan dengan silaturahim ini kami lebih meningkatkan prestasi tapak suci yang ada perguruan muhammadiyah oro-oro dowo ini,” ujar Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah dalam sambutannya.

Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo 1 Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah, siap menampung atlit tapak suci sebagai keluarga besar perguruan oro-oro dowo sebagai siswa SMP-SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang.

Bapak-ibu dan peserta sekalian, lanjut Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah- jika sekarang ada atlit usia sekolah dasar bisa meminta kepada orang tuanya untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah 1, sementara yang usia sekolah menengah pertama, bisa menyampaikan kepada orang tuanya untuk sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Baik di SMP maupun SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, semua ada tapak suci yang juga berprestasi dan peduli dalam mengembangkan bakat seni bela diri.

“Mengunjungi SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Malang ini, semoga bukan hanya ketika ujian kenaikan tingkat. Namun sudah menjadi keluarga besar SMP-SMA Muhammadiyah 1 Malang sebagai siswa sekolah perguruan oro-oro dowo,” harapnya.

Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo 2Atlit cilik tapak suci tingkat SD/SMP jika ingin melanjutkan prestasi tapak suci bisa melanjutkan di perguruan oro-oro dowo.

Terakhir, Umi menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada panitia UKT tapak suci. Secara khusus Umi meminta kepada Ketua Pimda Tapak Suci Malang, Kusmadiyono, untuk menyambangi perguruan oro-oro dowo dalam rangka apapun terkait tapak suci, siap untuk membantunya. Jika sekarang masih ada kekurangan, mudah-mudahan ke depannya kekurangan pelan-pelan dibenahi. Sekarang ini semua faslitas sudah siap digunakan untuk UKT. (foto/editor: doni osmon)

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Tabloid Mata Hati

SMAM SANTRI MALAM UNGGUL

Januari 14 2020

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Redaksi Edukasi

AddThis Sharing ButtonsShare to Facebook

Share to WhatsAppShare to Gmail

ORO-ORO Dowo-Dari sekian banyak sekolah Muhammadiyah Kota Malang, mungkin hanya SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, yang kepala sekolahnya memikirkan pengakaderan untuk persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini dibuktikan dengan program Mabit (malam bina iman dan takwa) yang dimulai hari Sabtu malam (11/1) lalu.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 1Suasana pengkaderan di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang beberapa waktu lalu.

“Kami mengadakan mabit ini mempunyai tujuan menyiapkan kader Muhammadiyah yang tangguh, serta mempunyai wawasan persyarkatan yang luas, tentang Al Islam dan Kemuhammadiyaan. Semoga mabit ini menjadi efektif seiring perkembangan sekolah yang terus meningkat prestasinya,” ujar Kasek SMAMSA, Dra Umi Mafrukhah, kemarin.

Tujuan lainnya? Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa- mabit ini juga membekali siswa SMAMSA dari pergaulan bebas. Sebagai generasi muda yang menginjak dewasa, tentu jiwanya harus diarahkan atau dibekali dengan berbagai kegiatan agama yang nantinya menjadi benteng diri dari hal negatif serta kegiatan hedonis yang mengancam masa depan dan merugikan diri sendiri.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 2Al Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi materi utama malam bina iman takwa di SM Muhammadiyah 1 Malang.

Itu sebabnya, kata Umi, melalui mabit mereka mengetahui bahwa pergaulan yang dianjurkan oleh agama seperti apa, serta bagaimana mengisi waktu liburan itu agar tidak sia-sia.

Menurut Umi, selama mabit ini materi yang diberikan setidaknya ada empat hal. Yaitu penguatan keislaman dan kajian keislaman seperti Shalat Tahjud, Tahsin Al Quran, Kemuhammadiyahan, motivasi belajar, serta outbond. (foto: yuni/editor: doni osmon)

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris

REDAKSI EDUKASI

ORO-ORO DOWO-Hari pertama masuk sekolah semester ganjil, siswa SMAMSA atau SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, langsung digembleng dengan penyegaran kemampuan bahasa asing. Salah satunya adalah bahasa Inggris. Tidak tanggung-tanggung, SMAMSA mendatangkan instruktur dari Cambrige English Course, Pare, Kediri.

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris 1Seorang instruktur Bahasa Inggris asal Pare, sedang melakukan dialog dengan siswa SMAMSA.

“Hari pertama masuk sekolah memang harus direfresh ulang pelajaran siswa tentang kemampuan bahasa asingnya. Untuk itu, kami ingin memantapkan kembali kemampuan bahasa Inggris siswa tersebut dengan mendatangkan instruktur lembaga bahasa Inggris supaya siswa merasakan nuansa baru diajar guru di luar sekolahnya,” ujar Kasek SMAMSA, Umi Mafrukhah, kemarin.

Di tempat yang sama, instruktur Cambrige English Course, Pare, Kediri, Aldi Pratama, menjelaskan program kursus bahasa Inggris di SMAMSA ini selama satu bulan. Program ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Ingrris siswa dalam hal speaking, listening, dan wraiting.

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris 2Are yau ready? Siswa SMAMSA mencoba speaking dengan instrukturnya.

Metodenya? Aldi-nama panggilan Aldi Pratama-menjelaskan lebih kepada metode yang menyenangkan (fun). Maksudnya, siswa diminta mendengarkan lagu untuk melatih daya listeningnya, menonton film dengan sub title bahasa Inggris sebagai peningkatan vocabulary, serta weakly meeting untuk speech, yaitu kesempatan siswa untuk menguasai pidato bahasa Inggris, MC, hingga Al Qur’an yang translaternya menggunakan bahasa Inggris.

Menurut Aldi, melalui berbagai metode ini diharapkan siswa menguasai grammer, menambah vocabulary, dan skill siswa dalam berbicara bahasa Inggris. (foto/editor: doni osmon)

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI – Tabloid Mata Hati

ORO-ORO DOWO-Peningkatan mutu dan kompetensi pendidikan di lingkup majelis dikdasmen PDM Kota Malang terus ditingkatkan. Salah satu caranya dengan menggelar workshop SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) di SMP Muhammadiyah 1 dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. “Workshop SPMI ini memang sudah beberapa kali dilakukan, agar sekolah yang berada di perguruan muhammadiyah oro-oro dowo ini meningkat mutu dan kompetensinya sesuai dengan delapan standar plus,” ujar Pembina Perguruan Muhammadiyah Oro-Oro Dowo, Dr Abdul Majid Syam, MA, kemarin.

Menurut Abdul Majid-nama panggilan Abdul Majid Syam-workshop SPMI ini dalam rangka meningkatkan mutu SDM (sumber daya manusia). Melalui delapan standar plus akan dipetakan dan divalidasi, kemudian disusun untuk sistem penjaminan jutu SMP-SMA Muhammadiyah 1 Perguruan Oro-Oro Dowo.

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI 1Pembina SMPM dan SMAM 1 Kota Malang, Adul Majid Syam, (kiri) sedang berdiskusi dengan pemateri.

Sehingga dari delapan standart ini, kata Abdul Majid, diharapkan bisa meningkat. Delapan standart dimaksud adalah standart kompetensi lulusan (SKL), standart isi, standart proses, standart penilaian pendidikan, standart sarana dan prasarana, standartpendidikan, standart pengelolaan, dan standart pembiayaan.

“Kami berharap SPMI yang dibuat empat tahun sekali ini, harus ada peningkatan. Sebab setiap tahun selama empat tahun tersebut ada review. Dari review inilah kami bisa mengetahui standart yang dibuat setiap akhir tahun pencapaiannya sudah seberapa jauh, kendalanya apa, solusinya apa,” akunya.

Sebelum workshop ini sekolah sudah melakukan SPMI bagaimana hasilnya? Abdul Majid menjelaskan belum bisa melakukan evaluasi disebabkan SPMI yang dilakukan dua sekolah ini masih sebatas pelatihan masih belum workshop. Sehingga belum bisa diketahui standart mutunya seperti apa, item peningkatan peningkatan mutunya seperti apa, sehingga belum bisa mengukur standart mutunya karena dasar item pengukurannya tidak ada.

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI 2Delapan standart penjamin mutu internal, sebagai bahan materi workshop SPMI.

“Kalau boleh kami menyebutkan jika yang dilajukan kemarin tersebut masih wawasan. Sedangkan empat hari ini sudah melangkah pada workshop yang harus menghasilkan buku SPMI sehingba bisa diukur peningaktannya,” ucapnya.

Menariknya, Abdul Majid menyebutkan jika buku SPMI yang dibuat ini berbasis MBS (manajemen berbasis sekolah) artinya semua karyawan sekolah terlibat, mulai guru, bagian umum, hingga kepala sekolah. Sehingga merasa memiliki sekolah untuk berkembang dan meningkat kualitasnya. (foto/editor: doni osmon)

https://tabloidmatahati.com/smp-dan-sma-muhammadiyah-1-kota-malang-empat-hari-gelar-workshop-spmi/#.XfXK7LDc9i-.gmail

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional

ORO-ORO DOWO-Pimpinan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, bergerak mengembangkan sekolah yang berada di jalan Brigjen S Riadi ini menjadi sekolah go internasional. Buktinya, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah menandatangani dua kerja sama sekaligus, di sela acara OlimpicAD di Semarang.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 1KASEK BERKEMAJUAN: Kasek SMA Muhammadiyah 1 (tengah jilbab kuning) bersama beberapa kepala sekolah Kota malang-Kabupaten Malang. ketika berada di acara seminar OlimpicAD.

“Kami memang menjalin kerjasama ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kami. Intinya ada beberapa poin kerjasama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Kami setelah ini segera menindaklanjutinya untuk kemajuan sekolah,” ujar Umi Mafrukhah, kemarin.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 2MINIMBA ILMU: Kasek SMAMSA usai diskusi dengan Kasek SMAM X Surabaya, tentang bagaimana mengembangkan sekolah berkemajuan.

Menurut Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa-kerjasama dimaksud dengan Purvist Medical Consultant (PMC), Netherland dan Edu Program, Malaysia. Kedua lembaga ini akan bekerjasama dalam bidang pendidikan.

Bidang kerjasama tersebut, kata Umi, seperti pelatihan kesehatan siswa, latihan praktek kerja, dan konsultasi psikologi atau bimbingan konseling siswa. Tiga poin ini untuk kerjasama dengan PMC. Sementara kerjasama dengan Edu Program, meliputi pengembangan sekolah agar bisa menjadi sekolah yang go internasional.

Umi lantas melanjutkan, bahwa kerjasama dengan dua lembaga ini sangat menguntungkan sekolah. Sebab SMAMSA merupakan lembaga pendidikan yang sebelumnya sudah mempunyai kompetensi untuk bisa go internasional.

Optimisme tersebut, tandas Umi, atas dasar SMAMSA sudah memenuhi delapan kompetensi mutu pendidikan nasional. Sedangkan delapan kompetensi mutu pendidikan nasional tersebut disusun berdasarkan standart mutu pendidikan internasional.

“Prinsipnya kami sudah melakukan beberapa terobosan agar siswa didik mempunyai kompetensi mutu nasional, dan siap untuk go internasional. Sekarang tinggal menyiapkan faktor pendukungnya agar program ini segera terlaksana,” pungkasnya. (foto: umi/editor: doni osmon)

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak

ORO-ORO DOWO-Menumbuhkan semangat menjadi unggul dan prestasi, diperlukan sinergi segitiga kerucut. Maksudnya dukungan sekolah, siswa, dan orangtua siswa. Terkait tiga dukungan ini, Sabtu (26/10), pengurus SMA Muhammadiyah 1 disingkat SMAMSA Kota Malang, mengadakan motivasi parenting bertema Menjadi Orang Tua Yang Didambakan Anak. “Kami sudah lama merencakan parenting ini, kebetulan kami ada waktunya sekarang. Selain itu kami ingin melibatkan orang tua mendukung program pendidikan sekolah yang berlangsung. Sebab siswa merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua,” ujar Waka Humas SMAMSA Kota Malang, Yuni Lestari, S.S.

Tema yang diusung parenting kali ini, lanjut Yuni-nama panggilan Yuni Lestari-disampaikan oleh seorang motivator bernama Dr. Abdul Madjid Syams, MA. Materi parenting meliputi cara pengasuhan anak hebat dan berkarakter. Salah satunya orang tua harus sholeh dan memperbaiki diri.

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak 1Tampak salah satu orang tua siswa sedang memegang kepala, ketika mencermati isi parenting tentang pola asuh anak.

Kenapa? Yuni menirukan isi pemateri menyebutkan anak tumbuh dan berkembang karena dua hal. Hereditas (genetik) dan lingkungan. Maksud dari hereditas adalah nilai-nilai yang diturunkan dari ayah dan ibunya. Seperti tercantum dalam kitab (Al ‘Ulum Wa Al Hikam I:467)

Oleh sebab itu, kata Yuni, harus diteliti model pengasuhan anak jika ada anak (siswa) yang berkarakter atau bersikap kurang tepat. Model pengasuhan tersebut ada 3 macam. Yaitu demokratis, otoriter, dan permisif.

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak 2Ibu dari siswa SMAMSA, mencoba mencatat poin tentang pola asuh anak.

Dijelaskan Yuni, tetap menirukan pemateri. Sikap pengasuhan yang otoriter adalah anak harus tunduk dan patuh pada orang tua. Kontrol orang tua kepada anak terlalu ketat sehingga anak merasa terkekang bahkan tertekan Karena kadangkala menerima hukuman. Jika yang terjadi seperti ini, anak akan melakukan pemberontakan dan pembalasan di kemudian hari.

Pola asuh persmisif, kata Yuni, orang tua membiarkan anaknya berbuat semaunya. Tidak dikontrol dan tidak diberi pujian dan tidak ada hukuman. Semua terserah apa yang dilakukan anak. Hal ini akan menjadikan anak hilang kendali. Terakhir pola asuh demokratis, ungkap Yuni, pola asuh ini adalah pola asuh yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam. Sebab anak diberi kesempatan untuk mandiri dan mengembangkan kontrol internal. Anak diakui pribadinya dan turut dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan menetapkan peraturan serta mengatur kehidupan anak. (foto: humas smamsa/ pewarta: doni osmon)

SMAMSA Gelar Sosialisasi Program Sekolah, Siapkan Siswa Berbagai Kompetensi Kerja

ORO-ORO DOWO-Wali siswa SMA Muhammadiyah 1 atau populer disebut SMAMSA Kota Malang, Sabtu (27/10) menggelar silaturahmi dengan pimpinan SMAMSA. Pertemuai ini membahas sosialisasi program sekolah yang akan dilakukan nanti. Apa program tersebut? Waka Humas SMAMSA Kota Malang, Yuni Lestari, S.S, menjelaskan sosialisasi program sekolah bertema SMA menuju sekolah double track.

Maksudnya? Yuni -begitu nama panggilan Yuni Lestari-mengungkapkan bahwa sekolah di SMAMSA dibekali keahlian seperti sekolah di kejuruan. Apa keahlian dimaksud? Yuni menyebutkan program kursus Bahasa Inggris yang bekerjasama dengan kampung Inggris, Pare, Kediri.

SMAMSA Gelar Sosialisasi Program Sekolah, Siapkan Siswa Berbagai Kompetensi Kerja 1Bagaimana prestasi siswa dibangun oleh sinergi guru dan orang tua siswa.

Berikutnya, kata Yuni, siswa akan diajari IT bekerjasama dengan dengan ICT Universitas Muhammadiyah Malang, untuk sertifikasi kemampuan siswa. Tata boga kerjasama dengan BLK, serta menggandeng chef dan barista alumni SMAMSA, dan perikanan. “Ini adalah program di bidang kademik dan non akademiknya. Sedangkan di bidang lain seperti infrastruktur juga kami paparkan,” akunya.

Menurut Yuni, program sarana prasarana dijelaskan oleh Dra. Indah Qurrotul Aini. Diantaranya SMAMSA akan mengubah fungsi berapa ruang. Misalnya ruang guru menjadi musholla, sedangkan musholla menjadi ruang guru. Begitu juga dengan ruang kepala sekolah menjadi ruang BK dan UKS. Program sarana prasarana juga direncanakan pengecoran lantai 2 sebagai sport center, dan penghijauan.

SMAMSA Gelar Sosialisasi Program Sekolah, Siapkan Siswa Berbagai Kompetensi Kerja 2Seorang guru SMAMSA meberikan sosialisasi tentang tatib sekolah.

Yuni lantas melanjutkan sosialisasi pada program kurikulum disampaikan oleh Drs. Syamsul Derajat. Materinya tentang kegiatan ekstra kurikuler, LBI, ujian, teknis mengerjakan ujian, dan penilaian.

Sosialisasi program sekolah, tambah Yuni, ditutup dengan program kesiswaan yang disampaikan bidang kesiswaan Heriyono, SPd. Antara lain tata tertib sekolah, ekskul setelah pembelajaran jam 15.00-16.45, ekskul dilakukan di luar sekolah futsal dan badminton, dan kegiatan SAB. (foto-pewarta: humas smamsa/editor: doni osmon)

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

ORO-ORO DOWO- Setiap sekolah memang mempunyai ciri khusus untuk ditampilkan ke masyarakat. Salah satu sekolah yang dikenal mempunyai karakter peduli lingkungan dan berjiwa sosial adalah SMA Muhammdiyah 1 Kota Malang, atau sering disingkat SMAMSA. Nyaris setiap ada kegiatan terkait lingkungan dan sosial, SMAMSA selalu hadir untuk memberikan pertolongan. Seperti kemarin, untuk menolong warga Kota Batu korban bencana alam, SMAMSA mengirimkan tim disaster ke daerah bencana.

“Kami memang mendidik siswa untuk mempunyai karakter kuat dengan peduli ligkungan hidup dan sosial. Karena lingkungan alam dan jiwa sosial sangat erat kaitannya. Untuk menumbuhkan jiwa sosial tersebut, kami selalu mengirimkan siswa ke daerah bencana untuk membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung,” aku Kepala Sekolah SMAMSA Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 1Tim tanggap darurat SMAMSA menyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat.

Menurut Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-, pada bencana alam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, SMAMSA mengirimkan puluhan siswanya untuk bergabung dengan tim bencana alam lain di lokasi bencana. Yakni Dusun Gabes Tulungrejo, Desa Ngaglik, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Aksi yang dilakukan tim SMAMSA, kata Umi seperti kerja bakti pembersihan PAUD As Sakinah, memperbaiki rumah warga di sekitar PAUD, membersihkan Masjid Riadlush Shalihin, dan pembagian bantuan di lokasi bencana.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 2Tim SMAMSA Kota Malang memperbaiki salah satu pagar rumah warga yang rusak.

Kehadiran tim SMAMSA di lokasi bencana, tandas Umi, merupakan konsekwensi sebagai salah satu yang dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana. Sebagai sekolah yang aman bencana, maka konsekwensinya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat terkena bencana baik berupa tenaga maupun materiil lainnya. “Sebagai sekolah yang sudah dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana, mempunyai kewajiban untuk ikut respons apabila terjadi bencana,” ucap pembina Hizbul Wathan SMASA ini.

Umi lantas menjelaskan tujuan lain dari pengiriman tim SMAMSA ke lokasi bencana, untuk melatih empati siswa terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di sekitarnya. Melatih ketangguhan dan ketanggapan siswa dalam menghadapi bencana. “Ketika siswa berada di lokasi bencana, secara langsung bisa mengetahui bagaimana cara menolong korban di lokasi bencana. Sehingga antara teori atau simulasi kebencanaan di sekolah bisa langsung diterapkan di lokasi bencana. Semoga kegiatan mereka ini dicatat Allah sebagai amal ibadah,” pungkas Pembina SAB SMAMSA. (foto-pewarta: umi/editor: doni osmon)

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment

ORO-ORO DOWO-Apa yang dilakukan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, atau populer disebut SMAMSA patut ditiru sekolah lain. Apa itu? Yaitu sekolah JKPKA. Secara detailnya, Kasek SMAMSA Dra. Umi Mafrukhah menjelaskan, dimaksud JKPKA adalah Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 1siswa smamsa sedang praktek meneliti kualitas air.

JKPKA kata Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-adalah organisasi guru dan siswa yang peduli pada pelestarian sumber daya air dan lingkungan sejak 24 Juni 1997. Guru dan siswa anggota JKPKA melakukan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi air dalam pendidikan lingkungan hidup (PLH) pada mata pelajaran di sekolah.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di sekolah dan praktik lapangan di sungai sehingga tercipta “sekolah sungai” di Indonesia, khususnya di aerah aliran sungai (DAS) Kali Brantas dan DAS Bengawan Solo. Metode dan pendekatan yang digunakan bervariasi. Metode/Pendekatan Saintifik, Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, PBL, STEM/STEAM.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 2Usai konsultasi dengan pemateri, siswa SMAMSA selfi bersama.

Menurut UMI, salah satu tujuan dibentuknya JKPKA untuk mendorong siswa agar memiliki kompetensi tindakan nyata dan berdampak positif serta kepedulian terhadap pelestarian sumber daya air dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hal ini, SMAMSA Kota Malang sebagai anggota JKPKA, dan Koordinator Pusat JKPKA bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta 1 Malang mengadakan pelatihan guru dan siswa metoda Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, STEAM dan Pendekatan Saintifik dalam implementasi kurikulum 2013, untuk kesehatan sungai dan lingkungan hidup.

Kegiatan yang diadakan tangal 18-19 Oktiber lalu, kata Umi, setelah mengikuti pelatihan hasil yang dapat diperoleh oleh peserta adalah, bagi guru memperoleh pengetahuan tentang pendekatan STEAM yang diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Bagi guru dan siswa, memperoleh pengetahuan tentang Bioassessment dan Water Inquiry dalam upaya memantau kualitas air yang diharapkan berguna bagi sekolah dan lingkungan sekitar. Serta bagi siswa, dapat mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh JKPKA. “Inilah yang akan kami terapkan di sekolah sebagai bentuk sekolah lingkungan. Antara guru dan siswa saling mempunyai keahlian dalam bidang lingkungan khususnya air,” pungkasnya. (foto-pewarta: umi /editor: doni osmon)