SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional

ORO-ORO DOWO-Pimpinan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, bergerak mengembangkan sekolah yang berada di jalan Brigjen S Riadi ini menjadi sekolah go internasional. Buktinya, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah menandatangani dua kerja sama sekaligus, di sela acara OlimpicAD di Semarang.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 1KASEK BERKEMAJUAN: Kasek SMA Muhammadiyah 1 (tengah jilbab kuning) bersama beberapa kepala sekolah Kota malang-Kabupaten Malang. ketika berada di acara seminar OlimpicAD.

“Kami memang menjalin kerjasama ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kami. Intinya ada beberapa poin kerjasama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Kami setelah ini segera menindaklanjutinya untuk kemajuan sekolah,” ujar Umi Mafrukhah, kemarin.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 2MINIMBA ILMU: Kasek SMAMSA usai diskusi dengan Kasek SMAM X Surabaya, tentang bagaimana mengembangkan sekolah berkemajuan.

Menurut Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa-kerjasama dimaksud dengan Purvist Medical Consultant (PMC), Netherland dan Edu Program, Malaysia. Kedua lembaga ini akan bekerjasama dalam bidang pendidikan.

Bidang kerjasama tersebut, kata Umi, seperti pelatihan kesehatan siswa, latihan praktek kerja, dan konsultasi psikologi atau bimbingan konseling siswa. Tiga poin ini untuk kerjasama dengan PMC. Sementara kerjasama dengan Edu Program, meliputi pengembangan sekolah agar bisa menjadi sekolah yang go internasional.

Umi lantas melanjutkan, bahwa kerjasama dengan dua lembaga ini sangat menguntungkan sekolah. Sebab SMAMSA merupakan lembaga pendidikan yang sebelumnya sudah mempunyai kompetensi untuk bisa go internasional.

Optimisme tersebut, tandas Umi, atas dasar SMAMSA sudah memenuhi delapan kompetensi mutu pendidikan nasional. Sedangkan delapan kompetensi mutu pendidikan nasional tersebut disusun berdasarkan standart mutu pendidikan internasional.

“Prinsipnya kami sudah melakukan beberapa terobosan agar siswa didik mempunyai kompetensi mutu nasional, dan siap untuk go internasional. Sekarang tinggal menyiapkan faktor pendukungnya agar program ini segera terlaksana,” pungkasnya. (foto: umi/editor: doni osmon)

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak

ORO-ORO DOWO-Menumbuhkan semangat menjadi unggul dan prestasi, diperlukan sinergi segitiga kerucut. Maksudnya dukungan sekolah, siswa, dan orangtua siswa. Terkait tiga dukungan ini, Sabtu (26/10), pengurus SMA Muhammadiyah 1 disingkat SMAMSA Kota Malang, mengadakan motivasi parenting bertema Menjadi Orang Tua Yang Didambakan Anak. “Kami sudah lama merencakan parenting ini, kebetulan kami ada waktunya sekarang. Selain itu kami ingin melibatkan orang tua mendukung program pendidikan sekolah yang berlangsung. Sebab siswa merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua,” ujar Waka Humas SMAMSA Kota Malang, Yuni Lestari, S.S.

Tema yang diusung parenting kali ini, lanjut Yuni-nama panggilan Yuni Lestari-disampaikan oleh seorang motivator bernama Dr. Abdul Madjid Syams, MA. Materi parenting meliputi cara pengasuhan anak hebat dan berkarakter. Salah satunya orang tua harus sholeh dan memperbaiki diri.

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak 1Tampak salah satu orang tua siswa sedang memegang kepala, ketika mencermati isi parenting tentang pola asuh anak.

Kenapa? Yuni menirukan isi pemateri menyebutkan anak tumbuh dan berkembang karena dua hal. Hereditas (genetik) dan lingkungan. Maksud dari hereditas adalah nilai-nilai yang diturunkan dari ayah dan ibunya. Seperti tercantum dalam kitab (Al ‘Ulum Wa Al Hikam I:467)

Oleh sebab itu, kata Yuni, harus diteliti model pengasuhan anak jika ada anak (siswa) yang berkarakter atau bersikap kurang tepat. Model pengasuhan tersebut ada 3 macam. Yaitu demokratis, otoriter, dan permisif.

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak 2Ibu dari siswa SMAMSA, mencoba mencatat poin tentang pola asuh anak.

Dijelaskan Yuni, tetap menirukan pemateri. Sikap pengasuhan yang otoriter adalah anak harus tunduk dan patuh pada orang tua. Kontrol orang tua kepada anak terlalu ketat sehingga anak merasa terkekang bahkan tertekan Karena kadangkala menerima hukuman. Jika yang terjadi seperti ini, anak akan melakukan pemberontakan dan pembalasan di kemudian hari.

Pola asuh persmisif, kata Yuni, orang tua membiarkan anaknya berbuat semaunya. Tidak dikontrol dan tidak diberi pujian dan tidak ada hukuman. Semua terserah apa yang dilakukan anak. Hal ini akan menjadikan anak hilang kendali. Terakhir pola asuh demokratis, ungkap Yuni, pola asuh ini adalah pola asuh yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam. Sebab anak diberi kesempatan untuk mandiri dan mengembangkan kontrol internal. Anak diakui pribadinya dan turut dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan menetapkan peraturan serta mengatur kehidupan anak. (foto: humas smamsa/ pewarta: doni osmon)

SMAMSA Gelar Sosialisasi Program Sekolah, Siapkan Siswa Berbagai Kompetensi Kerja

ORO-ORO DOWO-Wali siswa SMA Muhammadiyah 1 atau populer disebut SMAMSA Kota Malang, Sabtu (27/10) menggelar silaturahmi dengan pimpinan SMAMSA. Pertemuai ini membahas sosialisasi program sekolah yang akan dilakukan nanti. Apa program tersebut? Waka Humas SMAMSA Kota Malang, Yuni Lestari, S.S, menjelaskan sosialisasi program sekolah bertema SMA menuju sekolah double track.

Maksudnya? Yuni -begitu nama panggilan Yuni Lestari-mengungkapkan bahwa sekolah di SMAMSA dibekali keahlian seperti sekolah di kejuruan. Apa keahlian dimaksud? Yuni menyebutkan program kursus Bahasa Inggris yang bekerjasama dengan kampung Inggris, Pare, Kediri.

SMAMSA Gelar Sosialisasi Program Sekolah, Siapkan Siswa Berbagai Kompetensi Kerja 1Bagaimana prestasi siswa dibangun oleh sinergi guru dan orang tua siswa.

Berikutnya, kata Yuni, siswa akan diajari IT bekerjasama dengan dengan ICT Universitas Muhammadiyah Malang, untuk sertifikasi kemampuan siswa. Tata boga kerjasama dengan BLK, serta menggandeng chef dan barista alumni SMAMSA, dan perikanan. “Ini adalah program di bidang kademik dan non akademiknya. Sedangkan di bidang lain seperti infrastruktur juga kami paparkan,” akunya.

Menurut Yuni, program sarana prasarana dijelaskan oleh Dra. Indah Qurrotul Aini. Diantaranya SMAMSA akan mengubah fungsi berapa ruang. Misalnya ruang guru menjadi musholla, sedangkan musholla menjadi ruang guru. Begitu juga dengan ruang kepala sekolah menjadi ruang BK dan UKS. Program sarana prasarana juga direncanakan pengecoran lantai 2 sebagai sport center, dan penghijauan.

SMAMSA Gelar Sosialisasi Program Sekolah, Siapkan Siswa Berbagai Kompetensi Kerja 2Seorang guru SMAMSA meberikan sosialisasi tentang tatib sekolah.

Yuni lantas melanjutkan sosialisasi pada program kurikulum disampaikan oleh Drs. Syamsul Derajat. Materinya tentang kegiatan ekstra kurikuler, LBI, ujian, teknis mengerjakan ujian, dan penilaian.

Sosialisasi program sekolah, tambah Yuni, ditutup dengan program kesiswaan yang disampaikan bidang kesiswaan Heriyono, SPd. Antara lain tata tertib sekolah, ekskul setelah pembelajaran jam 15.00-16.45, ekskul dilakukan di luar sekolah futsal dan badminton, dan kegiatan SAB. (foto-pewarta: humas smamsa/editor: doni osmon)

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

ORO-ORO DOWO- Setiap sekolah memang mempunyai ciri khusus untuk ditampilkan ke masyarakat. Salah satu sekolah yang dikenal mempunyai karakter peduli lingkungan dan berjiwa sosial adalah SMA Muhammdiyah 1 Kota Malang, atau sering disingkat SMAMSA. Nyaris setiap ada kegiatan terkait lingkungan dan sosial, SMAMSA selalu hadir untuk memberikan pertolongan. Seperti kemarin, untuk menolong warga Kota Batu korban bencana alam, SMAMSA mengirimkan tim disaster ke daerah bencana.

“Kami memang mendidik siswa untuk mempunyai karakter kuat dengan peduli ligkungan hidup dan sosial. Karena lingkungan alam dan jiwa sosial sangat erat kaitannya. Untuk menumbuhkan jiwa sosial tersebut, kami selalu mengirimkan siswa ke daerah bencana untuk membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung,” aku Kepala Sekolah SMAMSA Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 1Tim tanggap darurat SMAMSA menyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat.

Menurut Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-, pada bencana alam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, SMAMSA mengirimkan puluhan siswanya untuk bergabung dengan tim bencana alam lain di lokasi bencana. Yakni Dusun Gabes Tulungrejo, Desa Ngaglik, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Aksi yang dilakukan tim SMAMSA, kata Umi seperti kerja bakti pembersihan PAUD As Sakinah, memperbaiki rumah warga di sekitar PAUD, membersihkan Masjid Riadlush Shalihin, dan pembagian bantuan di lokasi bencana.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 2Tim SMAMSA Kota Malang memperbaiki salah satu pagar rumah warga yang rusak.

Kehadiran tim SMAMSA di lokasi bencana, tandas Umi, merupakan konsekwensi sebagai salah satu yang dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana. Sebagai sekolah yang aman bencana, maka konsekwensinya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat terkena bencana baik berupa tenaga maupun materiil lainnya. “Sebagai sekolah yang sudah dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana, mempunyai kewajiban untuk ikut respons apabila terjadi bencana,” ucap pembina Hizbul Wathan SMASA ini.

Umi lantas menjelaskan tujuan lain dari pengiriman tim SMAMSA ke lokasi bencana, untuk melatih empati siswa terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di sekitarnya. Melatih ketangguhan dan ketanggapan siswa dalam menghadapi bencana. “Ketika siswa berada di lokasi bencana, secara langsung bisa mengetahui bagaimana cara menolong korban di lokasi bencana. Sehingga antara teori atau simulasi kebencanaan di sekolah bisa langsung diterapkan di lokasi bencana. Semoga kegiatan mereka ini dicatat Allah sebagai amal ibadah,” pungkas Pembina SAB SMAMSA. (foto-pewarta: umi/editor: doni osmon)

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment

ORO-ORO DOWO-Apa yang dilakukan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, atau populer disebut SMAMSA patut ditiru sekolah lain. Apa itu? Yaitu sekolah JKPKA. Secara detailnya, Kasek SMAMSA Dra. Umi Mafrukhah menjelaskan, dimaksud JKPKA adalah Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 1siswa smamsa sedang praktek meneliti kualitas air.

JKPKA kata Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-adalah organisasi guru dan siswa yang peduli pada pelestarian sumber daya air dan lingkungan sejak 24 Juni 1997. Guru dan siswa anggota JKPKA melakukan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi air dalam pendidikan lingkungan hidup (PLH) pada mata pelajaran di sekolah.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di sekolah dan praktik lapangan di sungai sehingga tercipta “sekolah sungai” di Indonesia, khususnya di aerah aliran sungai (DAS) Kali Brantas dan DAS Bengawan Solo. Metode dan pendekatan yang digunakan bervariasi. Metode/Pendekatan Saintifik, Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, PBL, STEM/STEAM.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 2Usai konsultasi dengan pemateri, siswa SMAMSA selfi bersama.

Menurut UMI, salah satu tujuan dibentuknya JKPKA untuk mendorong siswa agar memiliki kompetensi tindakan nyata dan berdampak positif serta kepedulian terhadap pelestarian sumber daya air dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hal ini, SMAMSA Kota Malang sebagai anggota JKPKA, dan Koordinator Pusat JKPKA bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta 1 Malang mengadakan pelatihan guru dan siswa metoda Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, STEAM dan Pendekatan Saintifik dalam implementasi kurikulum 2013, untuk kesehatan sungai dan lingkungan hidup.

Kegiatan yang diadakan tangal 18-19 Oktiber lalu, kata Umi, setelah mengikuti pelatihan hasil yang dapat diperoleh oleh peserta adalah, bagi guru memperoleh pengetahuan tentang pendekatan STEAM yang diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Bagi guru dan siswa, memperoleh pengetahuan tentang Bioassessment dan Water Inquiry dalam upaya memantau kualitas air yang diharapkan berguna bagi sekolah dan lingkungan sekitar. Serta bagi siswa, dapat mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh JKPKA. “Inilah yang akan kami terapkan di sekolah sebagai bentuk sekolah lingkungan. Antara guru dan siswa saling mempunyai keahlian dalam bidang lingkungan khususnya air,” pungkasnya. (foto-pewarta: umi /editor: doni osmon)

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri

ORO-ORO DOWO-Persyarikatan Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di Malang raya ini sudah tidak diragukan lagi. Ketika banyak sekolah menolak siswa inklusi (istimewa), tidak demikian dengan sekolah di lingkungan majelis dikdasmen muhammadiyah Kota Malang, justru menerima siswa inklusi tersebut. Salah satu sekolah dimaksud adalah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Sekolah yang dikomandoi oleh Dra. Umi Mafrukhah ini, kemarin bersama beberapa siswa inklusi menggelar aksi belanja bersama di pasar tradisional setempat.

“Kami tidak pernah membedakan dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa di sekolah kami. Itu sebabnya pembelajaran kami melayani dan memperhatikan siswa inklusi merupakan wujud kami sebagai guru dalam mengabdikan diri supaya siswa berkebutuhan khusus siap meraih masa depan gemilang,” ujar Umi Mafrukhah, kemarin.

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri 1Berapa harga cabe? Seorang siswa istimewa SMA Muhammadiyah 1, bertanya kepada pedagang di pasar setempat.

Materi pembelajaran dimaksud Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa-tentang ekonomi. Siswa inklusi ini diajak langsung ke pasar tradisional Oro-Oro Dowo. Di pasar ini, siswa dikenalkan mata uang dan belanja secara umum. Sehingga siswa lebih percaya diri ketika melakukan transaksi di luar sekolah.

Menariknya, Umi sebagai kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1, meminta siswa membawa uang saku Rp 10 ribu per siswa inklusi. Siswa harus membelanjakan uang ini ketika di pasar. Modal uang tersebut ternyata dibelanjakan aneka sayur dan bumbu dapur. Atas dasar hal ini, akhirnya semua yang sudah dibeli diolah menjadi menu makan siang dan bersama di makan di sekolah.

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri 2Usai belanja di pasar, bersama memasak menu makan siang.

Sementara itu guru pendamping khusus Dwi Fitria Aini, S.Psi, mengungkapkan siswa istimewa ini diajarkan mata pelajaran ekonomi dan prakarya. Materinya mengenalkan mata uang dan cara penggunaannya, praktek jual beli atau transaksi di pasar, praktek tawar menawar, dan praktik memasak.

Menurut Dwi Fitria Aini, tujuan siswa di ajak ke pasar adalah memberikan pembelajaran bagi siswa istimewa agar mampu bertahan dan secara mandiri menghadapi kehidupannya di kemudian hari. (foto: dwi fitria aini/editor: doni osmon)

Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah

SMAM AGUS PUR (3) UNGGULOKTOBER132019

Hadirkan Muballigh Senior, SMA Muhammadiyah 1 Gelar Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah

REDAKSI EDITORIAL

ORO-ORO DOWO-Kajian tematik yang diadakan setiap bulan Sabtu minggu ke 2 ini dihadiri oleh guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, patut diacungi jempol. Sebab, pengajian ini selalu membahas tentang manhaj muhammadiyah. Seperti apa kajian tersebut? Ir. Agus Purwadyo, sebagai pemateri kajian dengan tema manhaj muhammadiyah, mengupas tentang peran suatu lembaga pendidikan dalam konteks amal usaha muhammadiyah (AUM) dakwah amar makruf nahi mungkar, dalam bingkai manhaj muhammadiyah.

Hadirkan Muballigh Senior, SMA Muhammadiyah 1 Gelar Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah 1CUKUP PEDOMAN HIDUP ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH: Begitulah pesan pemateri untuk menjalankan hidup ini.

Itu sebabnya, Agus Purwadyo mengimbau sebagai pengelola AUM di SMA Muhammadiyah 1, ketika dakwah mar makruf nahi mungkar harus mengacu pada hasil muktamar muhammadiyah ke 44 tahun 2000 di Jakarta, yang menghasilkan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHI WM). Dalam pedoman hidup islami warga muhammadiyah itu, sudah jelas dan lengkap bagaimana seorang warga muhammadiyah memegang aqidahnya, ahlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah.

Bukan itu saja, Agus Purwadyo melengkapinya pada pedoman hidup islami warga muhammadiyah tersebut poin D dan E harus dicermati secara tegas oleh setiap AUM. Kok begitu? Agus Purwadyo lantas menjelaskan, pada poin D hal 72 diatur bagaimana warga muhammadiyah berorganisasi. Jika warga muhammadiyah mengetahui cara beroganisasi di muhammadiyah maka organisasi muhammadiyah bisa lebih berkembang dan lebih cepat dakwahnya.

Hadirkan Muballigh Senior, SMA Muhammadiyah 1 Gelar Taklim Tematik Manhaj Muhammadiyah 2KARYAWAN AUM: Harus mengetahui apa itu manhaj muhammadiyah, acuan pedoman hidup islami warga muhammadiyah.

Agus Purwadyo juga mengingatkan warga SMA Muhammadiyah 1, dalam mengelola AUM juga harus mengacu pedoman hidup islami warga muhammadiyah di poin E halaman 76, tentang kehidupan mengelola AUM. Bisa dibaca pada nomer 13 kalimat terakhir karyawan AUM harus senantiasa taqarrub meningkatkan dan mendekatkan diri melalui pengajian, tadabbur Al Quran dan hadis, serta kegiatan ibadah lain yang terkait dengan pengelolaan AUM.

Sementara itu, Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah, mengatakan pengajian manhaj muhammadiyah ini memang perlu untuk AUM. Sebab pengajian seperti ini merupakan pelaksanaan pedoman hidup islami warga muhammadiyah yang disarankan oleh pemateri, bahwa perlunya taqarrub mendekatkan diri pada Allah dalam muamalah dan ibadah dalam bingkai amal usaha muhammadiyah. (foto: umi/editor: doni osmon)

Peran BK SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Maksimal, Arahkan Potensi Siswa Produktif-Kreatif

ORO-ORO DOWO-Pergaulan remaja di lingkup pendidikan sekolah menengah atas, memang membutuhkan perhatian dan pengawasan khusus. Sebab remaja dalam masa pertumbuhan harus diarahkan agar produktif dan kreatif dalam menyalurkan bakat dan minatnya. Salah satu sekolah yang mahir menangani hal ini adalah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. “Siswa didik kami sudah sejak awal masuk sekolah sudah kami bimbing untuk menjadi siswa yang unggul dan berkarakter,” ujar Penggungjawab Bimbingan Konseling (BK), Laili Maulidina, S.Psi.

Apa saja program BK di SMA Muhammadiyah 1? Laili-nama panggilan Laili Maulidina-program BK meliputi awal semester, bulanan, serta tahunan. Pada awal semester siswa didik harus menjalani program psikotes. Program ini bertujuan untuk mengetahui minat, bakat, serta kemampuan siswa dalam bidang akademik dan non akademik. Hasil psikotes ini dilanjutkan dengan program penyuluhan tentang apa saja yang harus dilakukan siswa didik terhadap hasil tersebut.

Peran BK SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Maksimal, Arahkan Potensi Siswa Produktif-Kreatif 1Memotivasi siswa tentang perencanaan masa depan setelah lulus adalah tuigas BK. seperti seorag siswa SMA 1 Muhammadiyah ini sedang konsultasi tentang bakat dan potensinya pada guru BK.

Program bulanan, kata Laili, terkait materi ter-update seperti bulan ini apa saja yang terjadi di negara ini. Misalnya tentang dunia pendidikan, dunia kerja. Sehingga dari keadaan terkini siswa dapat konsultasi jika keadaan seperti ini, apa saja yang harus dilakukan setelah lulus nanti. Sehingga ketika lulus nanti tidak ketinggalan informasi.

Menurut Laili program tersebut adalah program penunjang materi klasikal (materi pelajaran kelas). Jika materi klasikal adalah layanan yang berhak siswa dapatkan di kelas BK., sedangkan untuk yang individu digunakan interview menggorek informasi lebih dalam tentang kebutuhan siswa seperti apa.

Program BK ini, ungkap Laili, lebih fokus pada perkembangan siswa didik usia remaja apa yang harus dibutuhkan. Misalnya siswa sejak awal harus sudah mengetahui setelah lulus nanti apa yang akan dilakukan. Ketika di awal siswa ingin menjadi guru maka siswa sudah disetting untuk menjadi tenaga pendidik. Pelajaran yang diberikan juga disesuaikan dengan guru mapelnya.

Menariknya Laili mengaku soal kenakalan remaja di SMA Muhammadiyah 1, tidak begitu menjadi masalah. Sebab siswa didik sudah diarahkan sejak awal masuk sekolah harus mengikuti aturan yang ada. Sehingga siswa patuh, jika ada yang sedikit mbandel itu termasuk wajar bisa dikendalikan.

Peran BK SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Maksimal, Arahkan Potensi Siswa Produktif-Kreatif 2Salah satu cara menggali potensi dan kreatifitas adalah dengan mengarahkan siswa membaca referensi susuai dengan bakat minatnya, apakah yang akan dilakukan setelah lulus sekolah nanti. melanjutka atau wirausaha.

Laili menyebutkan lebih memaksimalkan peran BK, pihak sekolah sudah menjalin kerjasama dengan Pusat Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Lembaga ini akan menjadi mitra dalam memberikan solusi terhadap masalah yang dialami siswa didik. Tapi di SMA Muhammadiyah 1, hampir semua siswanya mandiri, pihak BK hanya memberikan motivasi agar lebih terarah kemandirian siswa pada pencapaian cita-citanya. (foto/pewarta: doni osmon)

Maksimalkan Fungsi UKS, SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Jalin Kerjasama Puskesmas Serta Bentuk Kader UKS


O
RO-ORO DOWO-Masyarakat perlu mengetahui bahwa sekolah unggul salah satu ditunjang fasilitas pendukung kegiatan siswa. Fasilitas pendukung selain perpustakaan ada juga UKS (unit kesehatan sekolah). Sekolah yang mempunyai UKS dan tim kesehatan handal adalah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Kok bisa? Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah menyebutkan tim UKS di sekolahnya sangat handal, itu sebabnya beberapa waktu diikutsertakan membantu dalam program kesehatan remaja antara poltekesma dengan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Malang. Bahkan Tim UKS SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang juga menggandeng Tim ambulan gawat darurat (AGD) RS UMM, dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Hizbul Wathan. “Kegiatan kami terkait kesehatan ini memang banyak, salah satunya menjadikan sekolah aman bencana bersama tim MDMC wilayah Malangraya,” akunya.

Lantas seperti apa UKS SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang? Penanggungjawab UKS SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Maya Marisa, SPd, mengaku fasilitas di UKS ada beberapa macam obat-obatan ringan, tempat tidur, serta beberapa alat terkait kesehatan siswa seperti tensi pengukur tekanan darah, timbangan berat badan sekaligus tinggi badan, serta beberapa obat luar P3K.

Maksimalkan Fungsi UKS, SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Jalin Kerjasama Puskesmas Serta Bentuk Kader UKS 1Kader UKS SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, mengantar pasien ke UKS.

Maya-begitu Maya Marisa disapa-mengungkapkan UKS ini mempunyai tim kesehatan. Tim ini bertugas atau piket setiap hari untuk memberikan pertolongan kesehatan ketika ada siswa yang mendadak sakit. Mereka tim kecil UKS ini dilatih cara menangani pasien sakit ringan, serta bagaimana tindakannya ketika pasien mengalami sakit berat.

Maksimalkan Fungsi UKS, SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang Jalin Kerjasama Puskesmas Serta Bentuk Kader UKS 2Pembina UKS memeriksa kondisi paseien apakah perlu dirujuk ke puskesmas atau tidak.

Terkait sakit berat ini, lanjut Maya, sekolah sudah menjalin kerjasama dengan puskesmas setempat. Sehingga pasien yang tidak bisa ditangani sekolah langsung dirujuk ke puskesmas, untuk mendapatkan pertolongan.

Bukan itu saja, tandas Maya, kerjasama dengan puskesmas juga pemeriksaan rutin seperti pengecekan kesehatan siswa secara berkala, penyuluhan tentang kebersihan lingkungan, serta masih dalam proses perencanaan yaitu pembentukan kader UKS. “Kami memang sudah merencanakan kader UKS agar siswa mempunyai keahlian dalam bidang penanganan kesehatan siswa,” akunya. (foto/pewarta : doni osmon) https://tabloidmatahati.com/maksimalkan-fungsi-uks-sma-muhammadiyah-1-kota-malang-jalin-kerjasama-puskesmas-serta-bentuk-kader-uks/#.XZLbgEYzbIW