Sehari SMAMSA Gebyar Milad Muhammadiyah – Tabloid Mata Hati

Dalam sehari kemarin 29/7/2020, keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, menggelar kegiatan milad Muhammadiyah 111 tahun. “Kegiatan ini untuk memperingati milad Muhammadiyah 111 tahun. Itu sebabnya semua keluarga besar terlibat dalam kegiatan mulai siswa hingga gurunya,” ujar Kasek SMAMSA, Dra. Umi Mafrukhah, kemarin.

Apa saja kegiatan tersebut? Bu Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-menyebutkan ada tiga kegiatan yang berbeda-beda. Yakni kegiatan melibatkan guru diantaranya pelatihan public speaking. Pelatihan ini untuk membekali guru dalam pembuatan video pembelajaran dan komunikasi efektif dengan masyarakat.

Sehari SMAMSA Gebyar Milad Muhammadiyah 1Salah satu nara sumber sosialisasi program BK.

Bukan itu saja, lanjut Bu Umi para guru juga mendapatkan sosialisasi program BK (bimbingan konseling) dan program inklusi. Tentu saja program ini untuk lebih menguatkan wawasan serta keterampilan guru BK dalam membimbing siswa inklusi di SMAMSA.

Berikutnya, lanjut Bu Umi tenaga administrasi sekolah dan pimpinan juga mendapatkan workshop sistem informasi manajemen, dengan nara sumber dari Daya Matahari Utama PWM Jatim. Tujuan workshop ini untuk mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi sehingga meningkatkan sumber daya manusia serta memudahkan layanan akses informasi sekolah kepada masyarakat.

Sehari SMAMSA Gebyar Milad Muhammadiyah 2Seorang pemateri dalam acara milad muhammadiyah di SMAMSA

Setelah guru dan karyawan, tandas Bu Umi, siswa juga kebagian pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi informasi (online). Kegiatan ini bekerjasama antara SMAMSA dengan tim dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (FE UMM).

Diharapkan serelah pelatihan ini, kata Bu Umi, tumbuh jiwa wirausaha atau entrepreneurship dalam diri siswa. Siswa juga mempunyai semangat untuk membangun masa depan dengan menjadi pengusaha muda yang mampu menciptakan peluang usaha dengan melalui pembelajaran berbasis daring.

“Semoga kegiatan yang sarat dengan motivasi dan gagasan untuk mengembangkan program sekolah ini, dapat diserap oleh guru, karyawan, siswa dalam bersama bergandengan tangan mengambil momentum milad Muhammadiyah untuk memajukan sekolah,” pungkas Ketua Panti Asuhan Putri Aisyiyah Dau, Kabupaten Malang ini. (foto/rilis: umi mafrukhah/editor: doni osmon)

https://.com/sehari-smamsa-gebyar-milad-muhammadiyah/#.XyICrTIIRER.gmail

PPDB Online

Bismillah
Assalamu’alaikum

Saya
Dra. Umi Mafrukhah
( Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Malang )

Bpk/ Ibu masyarakat kota malang sekitar dg adanya wabah covid-19 membuat banyak masyarakat berdampak tidak hanya dari sisi kesehatan tapi juga dari sisi ekonomi

Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian kami SMA Muhammadiyah 1 Malang hadir membantu masyarakat

Bapak/Ibu warga kota Malang dengan memberikan bantuan

*BEASISWA GRATIS DPP BAGI 100 PENDAFTAR SISWA BARU TAHUN AJARAN 2020/21*

Terima kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb

Hubungi :
Bu umi wa 081334218474

Visi
*Islami, Berkarakter, Unggul, Kreatif, Ramah anak*

Smamsa creative School
Menjadikan Sekolah Islam yang kereatif

Fasilitas
*Ekskul berbasis keahlian kerja
*Beasiswa prestasi sampai kuliah
*Fasilitas unggulan penunjang belajar
*Pendidik dari akademisi & praktisi

Alamat :
Jalan Brigadier General Jl. Brigjend Slamet Riadi No.134, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65112

#smamsa
#beasiswadppgratissmamsa
#smamuhammadiyah1malang

PAK A.R (Pemimimpin yang menyejukkan)

Dari Group saudara kita, semoga bisa menjadi Suri Tauladan untu kita……

PAK A.R (K. H. Abdul Rozak Fachruddin)
(Pemimimpin yang menyejukkan)

Orang Tua di Terminal Solo

Hujan deras mengguyur kota Solo. Suara geledeg menggelegar bersahut-sahutan. Terminal bus Tirtonadi Solo, mulai tergenang air. Sopir bus AKAS jurusan Solo-Surabaya tak mau memberangkatkan kendaraannya sebelum hujan reda.

Seorang pria gemuk, berkacamata, kulit sawo matang, berkopiah hitam, dan berwajah bulat duduk di bus AKAS ber-AC di bangku tengah dengan tenang. Bibirnya tampak bergerak- gerak seperti sedang membaca doa. Mungkin membaca doa agar hujan reda.

Pria berkopiah hitam itu sebetulnya berangkat dari terminal bus Umbulharjo Yogyakarta, pagi hari pukul 8.30. Tujuannya ke kota minyak, Cepu. Tetapi ia lebih suka ke Solo dulu. Baru pindah bus ke Cepu. Saat itu, di tahun 1980 an, memang trayek bus belum selengkap sekarang. Untuk menuju ke kota Cepu, penumpang dari Yogya harus pindah berkali-kali. Belum ada bus langsung Yogya ke Cepu.

Pria berwajah bulat asal Yogyakarta ini, terpaksa mengambil trayek agak rumit. Dari Yogya, ia naik bus Ramayana ke Solo. Dari Solo, orang tua itu naik bus AKAS jurusan Surabaya. Lalu, turun di Ngawi. Dari Ngawi, naik bus lagi jurusan Bojonegoro. Dari Bojonegoro, pria tua itu naik bus lagi ke Cepu.

Gonta-ganti kendaraan untuk orang tua berusia 60-an tersebut tentu menyulitkan. Tetapi karena ia sudah janji akan datang ke Cepu untuk mengisi pengajian keesokan harinya, apa pun yang terjadi harus dijalaninya. Oleh karena itu, hujan lebat dengan petir yang menggelegar sejak di Solo tak menyurutkan niatnya untuk datang ke Cepu.

Ternyata, hari itu hujan tak mau berhenti. Sopir yang tadinya hanya mau memberangkatkan busnya kalau hujan berhenti, tak bisa menunggu terlalu lama. Waktu menunjukkan pukul tiga siang ketika bus AKAS jurusan Surabaya berangkat. Bus AKAS yang biasanya berlari cepat, terpaksa berjalan lambat karena hujan sangat deras sepanjang perjalanan. Kaca depannya butek karena terpaan butir-butir air hujan.

Ketika bus sampai di Ngawi, hujan masih terus mengguyur. pria berkopiah hitam itu terpaksa turun untuk ganti bus dengan terpaan air hujan deras. Selanjutnya, ia naik bus jurusan Ngawi- Bojonegoro. Harapannya, bus segera berangkat dan sampai di Bojonegoro paling lambat maghrib.

Tetapi, ternyata bus berhenti lama di Bojonegoro. Menunggu penumpang penuh. Sampai lebih dari satu jam. Setelah penumpang penuh, bahkan ada yang berdiri, bus pun berangkat ke Cepu. Pria tua itu mulai dag dig dug hatinya. Bukan apa-apa. Dia sudah janji dengan Pak Sutopo, seorang pensiunan hakim di Blora yang mengundangnya, akan tiba di Cepu sore hari.

Tetapi karena hujan terus-menerus, bus tak mungkin sampai di Cepu sore hari. Perkiraannya bus akan sampai di Cepu tengah malam. Jika di Cepu hujan tak berhenti juga, terbayang olehnya, ia akan menemui kesulitan. Di mana mau menginap? Dia belum familiar dengan kota Cepu.

Sejak berangkat dari terminal Ngawi, berapa penumpang bus sebetulnya sudah menduga, salah seorang penumpang bus adalah orang terkenal. Mereka merasa mengenali wajah itu entah di TVRI Yogyakarta atau entah di mana. Tetapi mereka tidak ada yang berani bertanya. Takut salah. Bisa saja hanya sekadar mirip wajah.

Ketika perjalanan hampir di Cepu, seorang penumpang bernama Fauzi Rahman, asal Kertosono, merasa kasihan kepada penumpang berumur sepuh itu. Dalam angan Fauzi Rahman penumpang itu mirip KH AR Fachruddin, Ketika Umum PP Muhammadiyah yang sering muncul di TVRI Yogyakarta. Tetapi betulkah dia Pak AR? Kalau betul, ia ingin menyertainya sampai di tujuan akhir. Kebetulan Fauzi membawa payung. Ia berniat memayungi pria sepuh itu. Seandainya pun itu bukan Pak AR ia tetap senang karena bisa menolong orang tua yang kehujanan.

Fauzi terus mengamati. Mosok sih? Pak AR naik bus ke kota Cepu? Bukankah ia Ketua Umum PP Muhammadiyah. Muhammadiyah itu adalah organisasi yang kaya raya. Punya banyak rumah sakit besar, punya banyak perguruan tinggi besar, punya yayasan besar.
Mosok, pimpinan pusatnya naik bus umum.

Singkat cerita, Fauzi memberanikan diri bertanya kepada penumpang mirip Pak AR itu. ” Assalamualaykum. Nyuwun pangapunten, menopo Bapak leres Pak AR Fachruddin?” Dengan senyum ramah, orang tua itu menjawab, ” Waalaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh. ” Oh..injih, menawi mboten klentu kulo AR Fachruddin“.
Fauzi langsung memeluk Pak AR. Ia menangis karena bahagia. Bertemu dengan idolanya…


Tamu Berbecak di Remang Subuh

Setelah sampai di Cepu, Fauzi minta dengan sangat agar Pak AR mau menginap di salah satu hotel miliknya. Fauzi memang memiliki beberapa properti di Cepu: satu rumah sakit dan dua hotel. Fauzi memberitahu manajemen hotel agar Pak AR dilayani sebaik-baiknya.

Mulanya Pak AR tidak bersedia menginap di hotel Mariska milik Fauzi. Tidak enak dengan Pak Topo. Pak Topo telah menyediakan penginapan. Tetapi karena sudah terlalu malam dan Fauzi memohon dengan sangat agar Pak AR menginap di hotelnya, Pak AR pun tak bisa menolak.

Habis sholat Subuh berjamaah di mushola hotel, Pak AR minta diantar Fauzi yang sudah familiar dengan Cepu ke jalan yang menuju rumah Pak Topo. Pak AR ingin naik becak saja untuk bersilaturahmi sebelum pengajian dimulai pada pukul sembilan pagi.

Di pihak lain, Pak Topo dan beberapa pengurus Muhammadiyah Cepu sejak sore sampai malam mencari keberadaan Pak AR. Soalnya, sesuai kesepakatan, Pak AR sampai di Cepu sore hari. Ternyata, ditunggu sampai pukul lima sore Pak AR belum datang. Pak Topo langsung bergerak mencari Pak AR di terminal bus. Ternyata sampai Maghrib belum ketemu.

Malamnya, pengurus Muhammadiyah menyisir terminal bus, masjid, penginapan dan jalan raya seluruh kota untuk mencari Pak AR. Tak ketemu juga. Mereka pun cemas. Takut ada apa-apa dengan Pak AR. Sampai tengah malam Pak AR belum tampak juga. Pencarian pun ditunda. Dinihari akan dilanjutkan lagi.

Dalam suasana remang dinihari, Pak Topo dan beberapa orang pengurus Muhammadiyah kembali mencari Pak AR. Beberapa lama kemudian, dari kejauhan, Pak Topo melihat sebuah becak menuju jalan ke arah rumahnya. Tetapi Pak Topo tidak menyangka kalau penumpang becak itu adalah Pak AR.

Ketika becak makin dekat ke rumahnya, Pak Topo kaget sekali. Ternyata, penumpangnya Pak AR. Tanpa sadar, Pak Topo pun berteriak keras.. Pak AR…Pak AR.. Pak AR. Saking senangnya. Pak Topo langsung memeluk Pak AR. Ia pun menangis terharu karena bahagia…

             ***

Lambaian Tangan di Terminal Cepu

Pagi jam 9 pengajian dimulai. Hadirin tumpah ruah. Warga Muhammadiyah, NU, dan orang abangan menghadiri pengajian Pak AR tersebut.
Seperti biasa, di mana pun Pak AR mengisi pengajian, beliau selalu menggembirakan jamaahnya. Beliau berceramah memakai bahasa yang mudah dimengerti. Bahasa rakyat yang sederhana tetapi mampu menggerakkan jamaahnya untuk beramal.

Selesai mengikuti pengajian, yang tampak adalah wajah-wajah sumringah dan gembira.

Usai pengajian, Pak AR pamitan dan minta diantar ke terminal bus untuk meneruskan perjalanan ke Surabaya.
Begitu tahu Pak AR akan meneruskan perjalanan ke Surabaya, Pak Topo segera menyiapkan mobil pribadinya untuk mengantar dan mendampingi Pak AR ke Surabaya bahkan mengantar hingga kembali ke Yogya.

Ketika mobil yang akan mengantar ke Surabaya sudah siap, Pak Topo segera matur ke Pak AR.
“Pak AR, kendaraan yang akan mengantar Bapak ke Surabaya sudah siap dan in syaa Allah saya siap mendampingi”.
“Terima kasih, Pak Topo sudah menyiapkan mobil untuk mengantarkanku ke Surabaya. Mohon maaf, aku cukup diantar ke terminal saja. Aku ke Surabaya naik bus”.

Mendengar jawaban Pak AR, Pak Topo kaget, lalu matur, “Pak AR, kami sungguh menyiapkan mobil untuk Bapak. Kami tidak ingin Pak AR kehujanan seperti kemarin. Kami tidak ingin Pak AR sakit. Kami masih membutuhkan Pak AR. Kami mohon Pak AR berkenan kami dampingi ke Surabaya. Kami juga siap mengantar sampai ke Yogya”

“Sungguh terima kasih atas perhatian Pak Topo dan Bapak-bapak pengurus Muhammadiyah Cepu. Semoga menjadi amal saleh.
Karena aku ke Surabaya bukan urusan organisasi, tetapi urusan pribadi, maka aku mohon maaf. Aku cukup diantar ke terminal saja”

Mendengar jawaban Pak AR, Pak Topo dan Pengurus Muhammadiyah sedih dan bingung. Mereka terus berusaha membujuk tetapi tidak berhasil. Pak AR menjelaskan bahwa tujuannya ke Surabaya adalah untuk urusan pribadi, yakni bertemu saudara dan temannya.

Siang itu, Pak Topo hanya mengantar Pak AR ke terminal Cepu. Selanjutnya, Pak AR naik bus sendirian.

Sebelum bus berangkat, Pak Topo memeluk Pak AR dengan linangan air mata. Pak Topo dan teman-teman Pengurus Muhammadiyah Cepu harus merelakan Pak AR naik bus sendirian. Hanya lambaian tangan, air mata dan doa yang mengiringi perjalanan Pak AR ke Surabaya..

          ***

Pak AR Membonceng Sepeda Onthel

Ini terjadi pada bulan puasa tahun 1989. Mahasiswa UMY kampus lapangan Asri menyelenggarakan acara Kuliah Subuh. ( Kampus itu sekarang menjadi Asri Medical Center)
Pagi itu giliran Pak AR mengisi Kuliah Subuh.
Pukul 3.30 salah seorang panitia sudah siap menjemput Pak AR di Jalan Cik Di Tiro 19 A Yogya. Tetapi malang, sopir yang akan menjemput tidak datang. Kunci mobilnya lupa ditaruh di mana. Tidak ketemu. Panitia pun memutuskan ceramah Pak AR ditunda pada hari lain.

Sebagai salah seorang panitia, mahasiswa UMY bernama Syahrirsyah harus memberitahu Pak AR bahwa kuliah subuh batal. Ia pun menggowes sepeda dari kampus Asri ke Cik Di Tiro. Sekitar 30 menit kemudian ia tiba di rumah Pak AR.

Keringat bercucuran di tubuh Syahrirsyah. Dengan napas masih tersengal-sengal, ia mengetuk pintu rumah Pak AR dan mengucapkan salam. ” Assalamualaykum Pak AR”..”Wa’alaykumussalam warahmatullhi wabarokatuh”, Pak AR langsung menjawab dari dalam rumah.

Ternyata Pak AR sudah lama menunggu jemputan panitia dan siap berangkat. Begitu melihat ada mahasiswa datang, Pak AR langsung berkata, “Ayo mas, kita berangkat”.
Syahrirsyah bingung dan berkata, “Maaf Pak, saya ditugaskan panitia untuk menyampaikan kepada Bapak, bahwa ceramah ditunda di hari lain. Sopir mobil yang akan menjemput Bapak tidak datang. Kunci mobilnya tidak ketemu”

“Lha, panjenengan ke sini nitih menopo?” tanya Pak AR. “Ngangge sepeda, Pak” kata Syahrirsyah keder.
” Oh ya sudah, kuliah subuhnya tidak usah diganti di hari lain. Pun monggo, sak niki ke kampus UMY ngangge sepeda njenengan mawon. Kulo mbonceng” kata Pak AR.

Anak muda tadi tambah bingung, kemudian berkata, ” Mohon maaf, Pak. Tidak mungkin saya boncengkan. Jauh, Pak”. Dalam batin, Syahrirsyah pun berkata, “Pak AR Ketua Umum PP Muhammadiyah, sudah sepuh lagi. Mana mungkin membonceng sepeda dari Cik Di Tiro ke kampus UMY Lapangan Asri. Jauh”
Ketika batinnya bergejolak, Pak AR ngendiko, ” Monggo mas, kita berangkat. Nanti kuliah subuhnya terlambat”.

Akhirnya, anak muda itu tak kuasa menolak permintaan Pak AR. Dalam semriwing angin pagi Yogya, Syahrirsyah memboncengkan Pak AR menuju kampus UMY. Jauh.
Anehnya, cerita Syahrirsyah, sepeda onthel yang sangat ringkih itu bisa berjalan cepat seperti sepeda motor.

Tubuh Pak AR yang besar terasa ringan. Sambil menggowes sepeda onthel, Syahrirsyah terharu, meneteskan air mata. Ia tak kuasa membayangkan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang membawahi sekian puluh universitas mau dibonceng sepeda butut. ” Ini sesuatu yang tidak biasa. Pak AR bukan orang biasa” bisik hatinya.

Akhirnya, Pak AR sampai ke kampus UMY. Dan kuliah subuh tetap berlangsung sesuai jadwal.
Bagi anak muda ini, peristiwa tersebut sangat berkesan dan akan dikenang sepanjang hidupnya. Kerendahan hati Pak AR telah menyentuh nurani terdalam Syahrirsyah.

  ***

Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo

PERGURUAN ORO-ORO DOWO-Meraih juara umum tigkat remaja pada even kejurda Jatim, membuat Pimda Tapak Suci Malang, memilih perguruan Oro-Oro Dowo sebagai tuan rumah Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Kota Malang. “Bapak-ibu adik-adik sekalian di perguruan oro-oro dowo ini ada dua sekolah yaitu SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Malang. Mudah-mudahan dengan silaturahim ini kami lebih meningkatkan prestasi tapak suci yang ada perguruan muhammadiyah oro-oro dowo ini,” ujar Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah dalam sambutannya.

Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo 1 Kasek SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah, siap menampung atlit tapak suci sebagai keluarga besar perguruan oro-oro dowo sebagai siswa SMP-SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang.

Bapak-ibu dan peserta sekalian, lanjut Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah- jika sekarang ada atlit usia sekolah dasar bisa meminta kepada orang tuanya untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah 1, sementara yang usia sekolah menengah pertama, bisa menyampaikan kepada orang tuanya untuk sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Baik di SMP maupun SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, semua ada tapak suci yang juga berprestasi dan peduli dalam mengembangkan bakat seni bela diri.

“Mengunjungi SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Malang ini, semoga bukan hanya ketika ujian kenaikan tingkat. Namun sudah menjadi keluarga besar SMP-SMA Muhammadiyah 1 Malang sebagai siswa sekolah perguruan oro-oro dowo,” harapnya.

Jadi Tuan Rumah UKT, SMP-SMA Muhammadiyah 1 Siap Menampung Atlit Tapak Suci Sebagai Siswa Perguruan Oro-Oro Dowo 2Atlit cilik tapak suci tingkat SD/SMP jika ingin melanjutkan prestasi tapak suci bisa melanjutkan di perguruan oro-oro dowo.

Terakhir, Umi menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada panitia UKT tapak suci. Secara khusus Umi meminta kepada Ketua Pimda Tapak Suci Malang, Kusmadiyono, untuk menyambangi perguruan oro-oro dowo dalam rangka apapun terkait tapak suci, siap untuk membantunya. Jika sekarang masih ada kekurangan, mudah-mudahan ke depannya kekurangan pelan-pelan dibenahi. Sekarang ini semua faslitas sudah siap digunakan untuk UKT. (foto/editor: doni osmon)

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Tabloid Mata Hati

SMAM SANTRI MALAM UNGGUL

Januari 14 2020

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Redaksi Edukasi

AddThis Sharing ButtonsShare to Facebook

Share to WhatsAppShare to Gmail

ORO-ORO Dowo-Dari sekian banyak sekolah Muhammadiyah Kota Malang, mungkin hanya SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, yang kepala sekolahnya memikirkan pengakaderan untuk persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini dibuktikan dengan program Mabit (malam bina iman dan takwa) yang dimulai hari Sabtu malam (11/1) lalu.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 1Suasana pengkaderan di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang beberapa waktu lalu.

“Kami mengadakan mabit ini mempunyai tujuan menyiapkan kader Muhammadiyah yang tangguh, serta mempunyai wawasan persyarkatan yang luas, tentang Al Islam dan Kemuhammadiyaan. Semoga mabit ini menjadi efektif seiring perkembangan sekolah yang terus meningkat prestasinya,” ujar Kasek SMAMSA, Dra Umi Mafrukhah, kemarin.

Tujuan lainnya? Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa- mabit ini juga membekali siswa SMAMSA dari pergaulan bebas. Sebagai generasi muda yang menginjak dewasa, tentu jiwanya harus diarahkan atau dibekali dengan berbagai kegiatan agama yang nantinya menjadi benteng diri dari hal negatif serta kegiatan hedonis yang mengancam masa depan dan merugikan diri sendiri.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 2Al Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi materi utama malam bina iman takwa di SM Muhammadiyah 1 Malang.

Itu sebabnya, kata Umi, melalui mabit mereka mengetahui bahwa pergaulan yang dianjurkan oleh agama seperti apa, serta bagaimana mengisi waktu liburan itu agar tidak sia-sia.

Menurut Umi, selama mabit ini materi yang diberikan setidaknya ada empat hal. Yaitu penguatan keislaman dan kajian keislaman seperti Shalat Tahjud, Tahsin Al Quran, Kemuhammadiyahan, motivasi belajar, serta outbond. (foto: yuni/editor: doni osmon)

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris

REDAKSI EDUKASI

ORO-ORO DOWO-Hari pertama masuk sekolah semester ganjil, siswa SMAMSA atau SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, langsung digembleng dengan penyegaran kemampuan bahasa asing. Salah satunya adalah bahasa Inggris. Tidak tanggung-tanggung, SMAMSA mendatangkan instruktur dari Cambrige English Course, Pare, Kediri.

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris 1Seorang instruktur Bahasa Inggris asal Pare, sedang melakukan dialog dengan siswa SMAMSA.

“Hari pertama masuk sekolah memang harus direfresh ulang pelajaran siswa tentang kemampuan bahasa asingnya. Untuk itu, kami ingin memantapkan kembali kemampuan bahasa Inggris siswa tersebut dengan mendatangkan instruktur lembaga bahasa Inggris supaya siswa merasakan nuansa baru diajar guru di luar sekolahnya,” ujar Kasek SMAMSA, Umi Mafrukhah, kemarin.

Di tempat yang sama, instruktur Cambrige English Course, Pare, Kediri, Aldi Pratama, menjelaskan program kursus bahasa Inggris di SMAMSA ini selama satu bulan. Program ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Ingrris siswa dalam hal speaking, listening, dan wraiting.

Awal Semester Siswa SMAMSA Langsung Digembleng Skill Bahasa Inggris 2Are yau ready? Siswa SMAMSA mencoba speaking dengan instrukturnya.

Metodenya? Aldi-nama panggilan Aldi Pratama-menjelaskan lebih kepada metode yang menyenangkan (fun). Maksudnya, siswa diminta mendengarkan lagu untuk melatih daya listeningnya, menonton film dengan sub title bahasa Inggris sebagai peningkatan vocabulary, serta weakly meeting untuk speech, yaitu kesempatan siswa untuk menguasai pidato bahasa Inggris, MC, hingga Al Qur’an yang translaternya menggunakan bahasa Inggris.

Menurut Aldi, melalui berbagai metode ini diharapkan siswa menguasai grammer, menambah vocabulary, dan skill siswa dalam berbicara bahasa Inggris. (foto/editor: doni osmon)

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI – Tabloid Mata Hati

ORO-ORO DOWO-Peningkatan mutu dan kompetensi pendidikan di lingkup majelis dikdasmen PDM Kota Malang terus ditingkatkan. Salah satu caranya dengan menggelar workshop SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) di SMP Muhammadiyah 1 dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. “Workshop SPMI ini memang sudah beberapa kali dilakukan, agar sekolah yang berada di perguruan muhammadiyah oro-oro dowo ini meningkat mutu dan kompetensinya sesuai dengan delapan standar plus,” ujar Pembina Perguruan Muhammadiyah Oro-Oro Dowo, Dr Abdul Majid Syam, MA, kemarin.

Menurut Abdul Majid-nama panggilan Abdul Majid Syam-workshop SPMI ini dalam rangka meningkatkan mutu SDM (sumber daya manusia). Melalui delapan standar plus akan dipetakan dan divalidasi, kemudian disusun untuk sistem penjaminan jutu SMP-SMA Muhammadiyah 1 Perguruan Oro-Oro Dowo.

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI 1Pembina SMPM dan SMAM 1 Kota Malang, Adul Majid Syam, (kiri) sedang berdiskusi dengan pemateri.

Sehingga dari delapan standart ini, kata Abdul Majid, diharapkan bisa meningkat. Delapan standart dimaksud adalah standart kompetensi lulusan (SKL), standart isi, standart proses, standart penilaian pendidikan, standart sarana dan prasarana, standartpendidikan, standart pengelolaan, dan standart pembiayaan.

“Kami berharap SPMI yang dibuat empat tahun sekali ini, harus ada peningkatan. Sebab setiap tahun selama empat tahun tersebut ada review. Dari review inilah kami bisa mengetahui standart yang dibuat setiap akhir tahun pencapaiannya sudah seberapa jauh, kendalanya apa, solusinya apa,” akunya.

Sebelum workshop ini sekolah sudah melakukan SPMI bagaimana hasilnya? Abdul Majid menjelaskan belum bisa melakukan evaluasi disebabkan SPMI yang dilakukan dua sekolah ini masih sebatas pelatihan masih belum workshop. Sehingga belum bisa diketahui standart mutunya seperti apa, item peningkatan peningkatan mutunya seperti apa, sehingga belum bisa mengukur standart mutunya karena dasar item pengukurannya tidak ada.

SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Empat Hari Gelar Workshop SPMI 2Delapan standart penjamin mutu internal, sebagai bahan materi workshop SPMI.

“Kalau boleh kami menyebutkan jika yang dilajukan kemarin tersebut masih wawasan. Sedangkan empat hari ini sudah melangkah pada workshop yang harus menghasilkan buku SPMI sehingba bisa diukur peningaktannya,” ucapnya.

Menariknya, Abdul Majid menyebutkan jika buku SPMI yang dibuat ini berbasis MBS (manajemen berbasis sekolah) artinya semua karyawan sekolah terlibat, mulai guru, bagian umum, hingga kepala sekolah. Sehingga merasa memiliki sekolah untuk berkembang dan meningkat kualitasnya. (foto/editor: doni osmon)

https://tabloidmatahati.com/smp-dan-sma-muhammadiyah-1-kota-malang-empat-hari-gelar-workshop-spmi/#.XfXK7LDc9i-.gmail

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional

ORO-ORO DOWO-Pimpinan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, bergerak mengembangkan sekolah yang berada di jalan Brigjen S Riadi ini menjadi sekolah go internasional. Buktinya, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah menandatangani dua kerja sama sekaligus, di sela acara OlimpicAD di Semarang.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 1KASEK BERKEMAJUAN: Kasek SMA Muhammadiyah 1 (tengah jilbab kuning) bersama beberapa kepala sekolah Kota malang-Kabupaten Malang. ketika berada di acara seminar OlimpicAD.

“Kami memang menjalin kerjasama ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kami. Intinya ada beberapa poin kerjasama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Kami setelah ini segera menindaklanjutinya untuk kemajuan sekolah,” ujar Umi Mafrukhah, kemarin.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 2MINIMBA ILMU: Kasek SMAMSA usai diskusi dengan Kasek SMAM X Surabaya, tentang bagaimana mengembangkan sekolah berkemajuan.

Menurut Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa-kerjasama dimaksud dengan Purvist Medical Consultant (PMC), Netherland dan Edu Program, Malaysia. Kedua lembaga ini akan bekerjasama dalam bidang pendidikan.

Bidang kerjasama tersebut, kata Umi, seperti pelatihan kesehatan siswa, latihan praktek kerja, dan konsultasi psikologi atau bimbingan konseling siswa. Tiga poin ini untuk kerjasama dengan PMC. Sementara kerjasama dengan Edu Program, meliputi pengembangan sekolah agar bisa menjadi sekolah yang go internasional.

Umi lantas melanjutkan, bahwa kerjasama dengan dua lembaga ini sangat menguntungkan sekolah. Sebab SMAMSA merupakan lembaga pendidikan yang sebelumnya sudah mempunyai kompetensi untuk bisa go internasional.

Optimisme tersebut, tandas Umi, atas dasar SMAMSA sudah memenuhi delapan kompetensi mutu pendidikan nasional. Sedangkan delapan kompetensi mutu pendidikan nasional tersebut disusun berdasarkan standart mutu pendidikan internasional.

“Prinsipnya kami sudah melakukan beberapa terobosan agar siswa didik mempunyai kompetensi mutu nasional, dan siap untuk go internasional. Sekarang tinggal menyiapkan faktor pendukungnya agar program ini segera terlaksana,” pungkasnya. (foto: umi/editor: doni osmon)

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak

ORO-ORO DOWO-Menumbuhkan semangat menjadi unggul dan prestasi, diperlukan sinergi segitiga kerucut. Maksudnya dukungan sekolah, siswa, dan orangtua siswa. Terkait tiga dukungan ini, Sabtu (26/10), pengurus SMA Muhammadiyah 1 disingkat SMAMSA Kota Malang, mengadakan motivasi parenting bertema Menjadi Orang Tua Yang Didambakan Anak. “Kami sudah lama merencakan parenting ini, kebetulan kami ada waktunya sekarang. Selain itu kami ingin melibatkan orang tua mendukung program pendidikan sekolah yang berlangsung. Sebab siswa merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua,” ujar Waka Humas SMAMSA Kota Malang, Yuni Lestari, S.S.

Tema yang diusung parenting kali ini, lanjut Yuni-nama panggilan Yuni Lestari-disampaikan oleh seorang motivator bernama Dr. Abdul Madjid Syams, MA. Materi parenting meliputi cara pengasuhan anak hebat dan berkarakter. Salah satunya orang tua harus sholeh dan memperbaiki diri.

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak 1Tampak salah satu orang tua siswa sedang memegang kepala, ketika mencermati isi parenting tentang pola asuh anak.

Kenapa? Yuni menirukan isi pemateri menyebutkan anak tumbuh dan berkembang karena dua hal. Hereditas (genetik) dan lingkungan. Maksud dari hereditas adalah nilai-nilai yang diturunkan dari ayah dan ibunya. Seperti tercantum dalam kitab (Al ‘Ulum Wa Al Hikam I:467)

Oleh sebab itu, kata Yuni, harus diteliti model pengasuhan anak jika ada anak (siswa) yang berkarakter atau bersikap kurang tepat. Model pengasuhan tersebut ada 3 macam. Yaitu demokratis, otoriter, dan permisif.

Parenting SMAMSA Ajak Orangtua Bijaksana Menerapkan Pola Asuh Anak 2Ibu dari siswa SMAMSA, mencoba mencatat poin tentang pola asuh anak.

Dijelaskan Yuni, tetap menirukan pemateri. Sikap pengasuhan yang otoriter adalah anak harus tunduk dan patuh pada orang tua. Kontrol orang tua kepada anak terlalu ketat sehingga anak merasa terkekang bahkan tertekan Karena kadangkala menerima hukuman. Jika yang terjadi seperti ini, anak akan melakukan pemberontakan dan pembalasan di kemudian hari.

Pola asuh persmisif, kata Yuni, orang tua membiarkan anaknya berbuat semaunya. Tidak dikontrol dan tidak diberi pujian dan tidak ada hukuman. Semua terserah apa yang dilakukan anak. Hal ini akan menjadikan anak hilang kendali. Terakhir pola asuh demokratis, ungkap Yuni, pola asuh ini adalah pola asuh yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam. Sebab anak diberi kesempatan untuk mandiri dan mengembangkan kontrol internal. Anak diakui pribadinya dan turut dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan menetapkan peraturan serta mengatur kehidupan anak. (foto: humas smamsa/ pewarta: doni osmon)