Malang, 17 Juli 2026 — Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa di SMA Muhammadiyah 1 Malang selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas dalam kegiatan Fortasi (Forum Ta’aruf dan Orientasi) dan ditutup dengan Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa), Senin hingga Jumat, 13–17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi program unggulan yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kedisiplinan, serta penguatan spiritual kepada murid baru.
Sejak hari pertama, rangkaian kegiatan berlangsung secara terstruktur dan sarat makna. Pembukaan MPLS dan Fortasi dilaksanakan melalui upacara resmi yang dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama, menciptakan suasana religius sejak awal. Murid kemudian mengikuti live streaming penyuluhan pendidikan antikorupsi serta berbagai materi penguatan karakter, sebelum ditutup dengan salat dhuhur berjamaah yang meneguhkan nilai kebersamaan dan kedisiplinan.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang membangkitkan semangat dan energi positif peserta didik. Setelah itu, murid mengikuti tadarus bersama dan menjalani psikotes yang difasilitasi oleh Tim Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai upaya mengenali potensi serta karakter masing-masing individu. Kegiatan kembali ditutup dengan salat dhuhur berjamaah.
Hari-hari berikutnya diisi dengan beragam materi edukatif yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Dimulai dengan salat dhuha dan tadarus, murid mendapatkan pembekalan mengenai pendidikan antikorupsi oleh Malang Corruption Watch, bahaya penyalahgunaan NAPZA oleh BNN Kota Malang, pencegahan perundungan oleh Tim Psikologi UMM, serta etika bermedia sosial oleh Maharina Novia Zahro, M.Ikom. Selain itu, materi tentang pelajar anti radikal yang disampaikan oleh Polresta Kota Malang semakin memperkuat wawasan kebangsaan dan karakter peserta didik.
Tidak hanya itu, murid juga mendapatkan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dari Babinsa Oro-Oro Dowo guna menumbuhkan kedisiplinan dan kekompakan, serta materi penguatan nilai keislaman melalui PHIWM untuk pelajar yang disampaikan oleh Drs. Abdurrohim Said, S.Ag., MA.
Puncak kegiatan berlangsung pada Kamis hingga Jumat, 16–17 Juli 2026, melalui pelaksanaan Mabit yang menjadi ciri khas sekaligus pembeda dengan sekolah lain. Pada kegiatan ini, murid menginap di sekolah dan mengikuti serangkaian aktivitas yang mempererat kebersamaan. Malam harinya, suasana semakin meriah dengan penampilan pentas seni (pensi) yang menampilkan kreativitas dan bakat murid. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan salat tahajud berjamaah yang berlangsung khidmat, dilanjutkan talkshow inspiratif bertajuk “SMAMSA dan Ortom Hebat”, hingga akhirnya ditutup dengan pembagian jadwal pelajaran.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Malang menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, Fortasi dan Mabit merupakan sarana strategis dalam membentuk karakter murid yang kritis, analitis, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh.
“Kegiatan Fortasi merupakan awal yang bermakna. Saya bangga melihat antusiasme murid yang begitu tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Momen kebersamaan dalam Fortasi dan kesungguhan mengikuti Mabit diharapkan menjadi kenangan berharga sekaligus titik awal perubahan sikap ke arah yang lebih positif,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar kegiatan Fortasi yang ditutup dengan Mabit ini dapat menjadi jembatan dalam membentuk kedisiplinan, kecerdasan sosial, serta fondasi spiritual yang kokoh. Selain itu, murid baru diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun kepercayaan diri, serta menjalin hubungan yang saling menghargai antar sesama.
Dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya edukatif tetapi juga inspiratif, Fortasi dan Mabit SMA Muhammadiyah 1 Malang diharapkan mampu melahirkan generasi pelajar yang unggul, berkarakter kuat, serta berakhlak mulia. Kegiatan ini pun menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian secara menyeluruh.