Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Tabloid Mata Hati

SMAM SANTRI MALAM UNGGUL

Januari 14 2020

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan

Redaksi Edukasi

AddThis Sharing ButtonsShare to Facebook

Share to WhatsAppShare to Gmail

ORO-ORO Dowo-Dari sekian banyak sekolah Muhammadiyah Kota Malang, mungkin hanya SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, yang kepala sekolahnya memikirkan pengakaderan untuk persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini dibuktikan dengan program Mabit (malam bina iman dan takwa) yang dimulai hari Sabtu malam (11/1) lalu.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 1Suasana pengkaderan di SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang beberapa waktu lalu.

“Kami mengadakan mabit ini mempunyai tujuan menyiapkan kader Muhammadiyah yang tangguh, serta mempunyai wawasan persyarkatan yang luas, tentang Al Islam dan Kemuhammadiyaan. Semoga mabit ini menjadi efektif seiring perkembangan sekolah yang terus meningkat prestasinya,” ujar Kasek SMAMSA, Dra Umi Mafrukhah, kemarin.

Tujuan lainnya? Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa- mabit ini juga membekali siswa SMAMSA dari pergaulan bebas. Sebagai generasi muda yang menginjak dewasa, tentu jiwanya harus diarahkan atau dibekali dengan berbagai kegiatan agama yang nantinya menjadi benteng diri dari hal negatif serta kegiatan hedonis yang mengancam masa depan dan merugikan diri sendiri.

Program Pekan Mabit SMAMSA Malang, Pengkaderan Siswa Al Islam-Kemuhammadiyahan 2Al Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi materi utama malam bina iman takwa di SM Muhammadiyah 1 Malang.

Itu sebabnya, kata Umi, melalui mabit mereka mengetahui bahwa pergaulan yang dianjurkan oleh agama seperti apa, serta bagaimana mengisi waktu liburan itu agar tidak sia-sia.

Menurut Umi, selama mabit ini materi yang diberikan setidaknya ada empat hal. Yaitu penguatan keislaman dan kajian keislaman seperti Shalat Tahjud, Tahsin Al Quran, Kemuhammadiyahan, motivasi belajar, serta outbond. (foto: yuni/editor: doni osmon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *