Malang, 22 Oktober 2026 – Di tengah kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Oro-Oro Dowo menggelar Salat Istisqa’ sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan kepada Allah Swt. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, ini dilaksanakan di lapangan utama Perguruan Muhammadiyah Oro-Oro Dowo, yang menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar SMP Muhammadiyah 1 Malang dan SMA Muhammadiyah 1 Malang.
Salat Istisqa’ merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah Swt. agar menurunkan hujan, terutama ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau musim kemarau yang berkepanjangan. Pelaksanaan ibadah ini menjadi bentuk kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan serta rahmat Allah Swt. dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan imbauan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur melalui Majelis Tabligh serta Majelis Tarjih dan Tajdid, yang mengajak warga Muhammadiyah untuk melaksanakan Salat Istisqa’ di wilayah masing-masing. Imbauan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi kemarau panjang, terjadinya kebakaran hutan, serta kebutuhan air yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah. Melalui gerakan ini, warga Muhammadiyah diajak untuk memperkuat doa, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
Sejak pagi, murid-murid kelas X, XI, dan XII SMA Muhammadiyah 1 Malang bersama keluarga besar Perguruan Muhammadiyah mengikuti kegiatan dengan mempersiapkan perlengkapan ibadah masing-masing. Murid diimbau membawa sajadah, mengenakan perlengkapan salat yang sesuai, serta berwudu dari rumah agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan tertib dan khusyuk.
Suasana kebersamaan terasa dalam pelaksanaan ibadah di lapangan utama sekolah. Seluruh peserta diajak untuk menundukkan hati, memperbanyak doa, serta memohon ampunan dan rahmat Allah Swt. Salat Istisqa’ bukan sekadar rangkaian ibadah, melainkan juga momentum untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Ketika ikhtiar di bumi telah diupayakan, saatnya mengetuk pintu langit. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa manusia perlu mengiringi usaha nyata dengan doa dan tawakal. Di tengah tantangan perubahan kondisi alam, umat Islam diajak untuk tidak hanya berharap turunnya hujan, tetapi juga memperbaiki perilaku, menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan air secara bijaksana, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Momentum kegiatan ini juga terasa relevan dengan peringatan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober. Hari Santri menjadi pengingat atas peran para santri dan ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperjuangkan kemerdekaan, serta berkontribusi bagi kehidupan bangsa. Nilai-nilai religius, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam kegiatan Salat Istisqa’ menjadi pembelajaran penting bagi generasi muda, termasuk murid-murid di lingkungan Perguruan Muhammadiyah.
Bagi murid, kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Mereka diajak memahami bahwa pendidikan karakter juga tumbuh melalui praktik ibadah bersama, kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta kesadaran untuk menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Allah Swt. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Doa yang dipanjatkan dalam Salat Istisqa’ menjadi ungkapan harapan agar Allah Swt. memberikan rahmat-Nya kepada seluruh makhluk, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, serta menjauhkan masyarakat dari berbagai dampak buruk kekeringan dan bencana alam.
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, jadikanlah hujan itu sebagai kekuatan bagi kami dan penyegar bagi apa yang ada di bumi.”
Melalui kegiatan ini, keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Oro-Oro Dowo berharap agar Salat Istisqa’ menjadi penguat keimanan sekaligus pengingat akan pentingnya ikhtiar, doa, dan kepedulian terhadap lingkungan. Harapan akan turunnya hujan juga disertai komitmen untuk terus menjaga alam, menghemat penggunaan air, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Semoga Allah Swt. mengabulkan doa seluruh umat, menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan, serta menjadikan setiap ikhtiar sebagai jalan menuju kebaikan bagi manusia dan seluruh alam. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.