Workshop WATS 2 2026 Hadirkan Pengalaman Belajar Robotika bagi Murid Kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Malang

Malang – SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Workshop At School (WATS) 2 2026 pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Xplore, Create, and Inspire: Mengenal Potensi, Mengembangkan Kreativitas, dan Mempersiapkan Langkah Masa Depan” ini merupakan program edukatif dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar pembelajaran kelas melalui kegiatan yang interaktif, aplikatif, dan menyenangkan. Kegiatan tersebut melibatkan murid kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Malang sebagai peserta.

Workshop berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.20 WIB dengan diikuti sebanyak 27 murid. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan wawasan baru kepada murid, tetapi juga mendorong mereka untuk mengeksplorasi potensi, kreativitas, minat, serta keberanian dalam mencoba hal-hal baru. Melalui berbagai aktivitas yang dipadukan dengan permainan edukatif dan praktik, murid diajak untuk belajar secara aktif sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama.

WATS 2 2026 menggunakan pendekatan Learn Through Fun and Exploration. Pendekatan tersebut diterapkan melalui berbagai aktivitas seperti ice breaking, penyampaian materi secara ringan dan komunikatif, games, challenge berbasis materi, hingga kegiatan kelompok. Setiap aktivitas dirancang agar tetap memiliki keterkaitan dengan tujuan pembelajaran, khususnya dalam melatih kerja sama, komunikasi, kreativitas, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, doa, serta sambutan dari pihak penyelenggara, dosen pembimbing, dan perwakilan sekolah. Sebelum memasuki kegiatan inti, peserta juga mengikuti sesi dokumentasi bersama. Selanjutnya, murid mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka terhadap materi yang akan diberikan.

Memasuki kegiatan inti, peserta mendapatkan penyampaian materi dasar mengenai robot dan konsep yang digunakan dalam praktikum. Materi tersebut menjadi bekal bagi murid sebelum mengikuti praktik secara langsung. Setelah sesi penyampaian materi dan waktu istirahat, murid kemudian mengikuti praktikum robot dengan pendampingan panitia.

Dalam sesi praktikum, murid berkesempatan mengenal dan mencoba robot yang digunakan sebagai media pembelajaran. Dalam kegiatan WATS 2, robot yang dirancang adalah robot mobil beroda empat digunakan sebagai media untuk memperkenalkan konsep dasar robotika, mikrokontroler, dan sistem kendali. Robot tersebut memiliki dua tingkat chassis sebagai rangka utama untuk menopang berbagai komponen elektronik dan mekanik. Pada bagian bawah terdapat empat motor DC yang terhubung dengan roda sebagai sistem penggerak, sedangkan bagian atas digunakan untuk menempatkan mikrokontroler, modul pengendali motor, sumber daya, serta rangkaian pendukung lainnya.

Tidak berhenti pada pengenalan komponen, murid juga mendapatkan pengalaman dalam perakitan dan pengoperasian robot. Keberadaan sensor ultrasonik pada bagian depan robot menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dikenali karena sensor tersebut dapat digunakan untuk mengukur jarak antara robot dengan objek di depannya. Dengan demikian, murid dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana sebuah robot dapat dikembangkan agar mampu merespons kondisi lingkungan berdasarkan data yang diperoleh dari sensor.

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika murid mengikuti games edukatif yang kemudian dilanjutkan dengan sesi post-test. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak kembali mengingat dan mengevaluasi materi yang telah diperoleh selama workshop. Setelah itu, murid mengikuti sesi presentasi dan diskusi. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil kegiatan sekaligus mengikuti tanya jawab dan bertukar pemahaman mengenai pengalaman yang telah mereka dapatkan.

Kegiatan WATS 2 2026 tidak hanya menempatkan murid sebagai penerima materi, tetapi juga sebagai peserta aktif yang terlibat dalam proses belajar. Pola kegiatan yang memadukan materi, praktik, permainan, diskusi, dan presentasi memberikan ruang bagi murid untuk belajar melalui pengalaman secara langsung. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan keberanian murid dalam berpartisipasi, kemampuan bekerja sama, serta antusiasme untuk terus mengeksplorasi potensi diri.

Bagi murid kelas XI, pengalaman mengikuti workshop semacam ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal bidang dan keterampilan di luar pembelajaran reguler di kelas. Pengenalan terhadap teknologi dan robotika melalui praktik memberikan gambaran bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan yang mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.

Melalui pelaksanaan Workshop At School (WATS) 2 2026, SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang turut menjadi ruang bagi murid untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam. Kegiatan yang menggabungkan wawasan, praktik, permainan, diskusi, dan presentasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus mendorong murid untuk semakin berani mengenali potensi, mengembangkan kreativitas, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di jenjang berikutnya.

Share :

Related Posts

Malang, 24 September 2026 – Menjelang pelaksanaan Kegiatan Tengah Semester (KTS), SMA Muhammadiyah 1 Malang mulai mematangkan berbagai persiapan melalui

Malang — Seluruh guru dan karyawan/tenaga kependidikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Malang mengikuti Dialog Pendidikan bersama Prof. Dr. Abdul

Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid SMA Muhammadiyah 1 Malang dalam bidang olahraga. Fayi’ Octa Abiyyu, murid kelas

Malang, 11 September 2026 — Semangat hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang mewarnai kegiatan AGISTA 2026 (Aksi Bergizi di Sekolah

Malang — Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Muhammadiyah 1 Malang. Salah satu murid kelas XI, Pasha Aqeel Rahman, berhasil

Menjaga kerapian dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter murid di lingkungan sekolah. Salah satu bentuk pembiasaan yang dilakukan