Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri

ORO-ORO DOWO-Persyarikatan Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di Malang raya ini sudah tidak diragukan lagi. Ketika banyak sekolah menolak siswa inklusi (istimewa), tidak demikian dengan sekolah di lingkungan majelis dikdasmen muhammadiyah Kota Malang, justru menerima siswa inklusi tersebut. Salah satu sekolah dimaksud adalah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Sekolah yang dikomandoi oleh Dra. Umi Mafrukhah ini, kemarin bersama beberapa siswa inklusi menggelar aksi belanja bersama di pasar tradisional setempat.

“Kami tidak pernah membedakan dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa di sekolah kami. Itu sebabnya pembelajaran kami melayani dan memperhatikan siswa inklusi merupakan wujud kami sebagai guru dalam mengabdikan diri supaya siswa berkebutuhan khusus siap meraih masa depan gemilang,” ujar Umi Mafrukhah, kemarin.

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri 1Berapa harga cabe? Seorang siswa istimewa SMA Muhammadiyah 1, bertanya kepada pedagang di pasar setempat.

Materi pembelajaran dimaksud Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa-tentang ekonomi. Siswa inklusi ini diajak langsung ke pasar tradisional Oro-Oro Dowo. Di pasar ini, siswa dikenalkan mata uang dan belanja secara umum. Sehingga siswa lebih percaya diri ketika melakukan transaksi di luar sekolah.

Menariknya, Umi sebagai kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1, meminta siswa membawa uang saku Rp 10 ribu per siswa inklusi. Siswa harus membelanjakan uang ini ketika di pasar. Modal uang tersebut ternyata dibelanjakan aneka sayur dan bumbu dapur. Atas dasar hal ini, akhirnya semua yang sudah dibeli diolah menjadi menu makan siang dan bersama di makan di sekolah.

Guru Khusus SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Latih Siswa Istimewa Transaksi dan Berkarakter Mandiri 2Usai belanja di pasar, bersama memasak menu makan siang.

Sementara itu guru pendamping khusus Dwi Fitria Aini, S.Psi, mengungkapkan siswa istimewa ini diajarkan mata pelajaran ekonomi dan prakarya. Materinya mengenalkan mata uang dan cara penggunaannya, praktek jual beli atau transaksi di pasar, praktek tawar menawar, dan praktik memasak.

Menurut Dwi Fitria Aini, tujuan siswa di ajak ke pasar adalah memberikan pembelajaran bagi siswa istimewa agar mampu bertahan dan secara mandiri menghadapi kehidupannya di kemudian hari. (foto: dwi fitria aini/editor: doni osmon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *