SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment

ORO-ORO DOWO-Apa yang dilakukan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, atau populer disebut SMAMSA patut ditiru sekolah lain. Apa itu? Yaitu sekolah JKPKA. Secara detailnya, Kasek SMAMSA Dra. Umi Mafrukhah menjelaskan, dimaksud JKPKA adalah Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 1siswa smamsa sedang praktek meneliti kualitas air.

JKPKA kata Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-adalah organisasi guru dan siswa yang peduli pada pelestarian sumber daya air dan lingkungan sejak 24 Juni 1997. Guru dan siswa anggota JKPKA melakukan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi air dalam pendidikan lingkungan hidup (PLH) pada mata pelajaran di sekolah.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di sekolah dan praktik lapangan di sungai sehingga tercipta “sekolah sungai” di Indonesia, khususnya di aerah aliran sungai (DAS) Kali Brantas dan DAS Bengawan Solo. Metode dan pendekatan yang digunakan bervariasi. Metode/Pendekatan Saintifik, Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, PBL, STEM/STEAM.

SMAMSA Masuk Sekolah JKPKA, Siswa-Guru Dilatih Jasa Tirta Sebagai Ahli Bioassessment 2Usai konsultasi dengan pemateri, siswa SMAMSA selfi bersama.

Menurut UMI, salah satu tujuan dibentuknya JKPKA untuk mendorong siswa agar memiliki kompetensi tindakan nyata dan berdampak positif serta kepedulian terhadap pelestarian sumber daya air dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hal ini, SMAMSA Kota Malang sebagai anggota JKPKA, dan Koordinator Pusat JKPKA bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta 1 Malang mengadakan pelatihan guru dan siswa metoda Bioassessment, Water Inquiry, Project Based Learning, STEAM dan Pendekatan Saintifik dalam implementasi kurikulum 2013, untuk kesehatan sungai dan lingkungan hidup.

Kegiatan yang diadakan tangal 18-19 Oktiber lalu, kata Umi, setelah mengikuti pelatihan hasil yang dapat diperoleh oleh peserta adalah, bagi guru memperoleh pengetahuan tentang pendekatan STEAM yang diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Bagi guru dan siswa, memperoleh pengetahuan tentang Bioassessment dan Water Inquiry dalam upaya memantau kualitas air yang diharapkan berguna bagi sekolah dan lingkungan sekitar. Serta bagi siswa, dapat mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh JKPKA. “Inilah yang akan kami terapkan di sekolah sebagai bentuk sekolah lingkungan. Antara guru dan siswa saling mempunyai keahlian dalam bidang lingkungan khususnya air,” pungkasnya. (foto-pewarta: umi /editor: doni osmon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *