SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

ORO-ORO DOWO- Setiap sekolah memang mempunyai ciri khusus untuk ditampilkan ke masyarakat. Salah satu sekolah yang dikenal mempunyai karakter peduli lingkungan dan berjiwa sosial adalah SMA Muhammdiyah 1 Kota Malang, atau sering disingkat SMAMSA. Nyaris setiap ada kegiatan terkait lingkungan dan sosial, SMAMSA selalu hadir untuk memberikan pertolongan. Seperti kemarin, untuk menolong warga Kota Batu korban bencana alam, SMAMSA mengirimkan tim disaster ke daerah bencana.

“Kami memang mendidik siswa untuk mempunyai karakter kuat dengan peduli ligkungan hidup dan sosial. Karena lingkungan alam dan jiwa sosial sangat erat kaitannya. Untuk menumbuhkan jiwa sosial tersebut, kami selalu mengirimkan siswa ke daerah bencana untuk membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung,” aku Kepala Sekolah SMAMSA Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 1Tim tanggap darurat SMAMSA menyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat.

Menurut Umi-nama panggilan Umi Mafrukhah-, pada bencana alam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, SMAMSA mengirimkan puluhan siswanya untuk bergabung dengan tim bencana alam lain di lokasi bencana. Yakni Dusun Gabes Tulungrejo, Desa Ngaglik, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Aksi yang dilakukan tim SMAMSA, kata Umi seperti kerja bakti pembersihan PAUD As Sakinah, memperbaiki rumah warga di sekitar PAUD, membersihkan Masjid Riadlush Shalihin, dan pembagian bantuan di lokasi bencana.

SMAMSA Kirim Siswa Ikut Tanggap Bencana di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 2Tim SMAMSA Kota Malang memperbaiki salah satu pagar rumah warga yang rusak.

Kehadiran tim SMAMSA di lokasi bencana, tandas Umi, merupakan konsekwensi sebagai salah satu yang dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana. Sebagai sekolah yang aman bencana, maka konsekwensinya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat terkena bencana baik berupa tenaga maupun materiil lainnya. “Sebagai sekolah yang sudah dikukuhkan sebagai sekolah aman bencana, mempunyai kewajiban untuk ikut respons apabila terjadi bencana,” ucap pembina Hizbul Wathan SMASA ini.

Umi lantas menjelaskan tujuan lain dari pengiriman tim SMAMSA ke lokasi bencana, untuk melatih empati siswa terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di sekitarnya. Melatih ketangguhan dan ketanggapan siswa dalam menghadapi bencana. “Ketika siswa berada di lokasi bencana, secara langsung bisa mengetahui bagaimana cara menolong korban di lokasi bencana. Sehingga antara teori atau simulasi kebencanaan di sekolah bisa langsung diterapkan di lokasi bencana. Semoga kegiatan mereka ini dicatat Allah sebagai amal ibadah,” pungkas Pembina SAB SMAMSA. (foto-pewarta: umi/editor: doni osmon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *