SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional

ORO-ORO DOWO-Pimpinan SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang disingkat SMAMSA, bergerak mengembangkan sekolah yang berada di jalan Brigjen S Riadi ini menjadi sekolah go internasional. Buktinya, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Dra. Umi Mafrukhah menandatangani dua kerja sama sekaligus, di sela acara OlimpicAD di Semarang.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 1KASEK BERKEMAJUAN: Kasek SMA Muhammadiyah 1 (tengah jilbab kuning) bersama beberapa kepala sekolah Kota malang-Kabupaten Malang. ketika berada di acara seminar OlimpicAD.

“Kami memang menjalin kerjasama ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kami. Intinya ada beberapa poin kerjasama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Kami setelah ini segera menindaklanjutinya untuk kemajuan sekolah,” ujar Umi Mafrukhah, kemarin.

SMAMSA Gandeng Edu Program-PMC Kembangkan Pendidikan Mutu Internasional 2MINIMBA ILMU: Kasek SMAMSA usai diskusi dengan Kasek SMAM X Surabaya, tentang bagaimana mengembangkan sekolah berkemajuan.

Menurut Umi-begitu Umi Mafrukhah disapa-kerjasama dimaksud dengan Purvist Medical Consultant (PMC), Netherland dan Edu Program, Malaysia. Kedua lembaga ini akan bekerjasama dalam bidang pendidikan.

Bidang kerjasama tersebut, kata Umi, seperti pelatihan kesehatan siswa, latihan praktek kerja, dan konsultasi psikologi atau bimbingan konseling siswa. Tiga poin ini untuk kerjasama dengan PMC. Sementara kerjasama dengan Edu Program, meliputi pengembangan sekolah agar bisa menjadi sekolah yang go internasional.

Umi lantas melanjutkan, bahwa kerjasama dengan dua lembaga ini sangat menguntungkan sekolah. Sebab SMAMSA merupakan lembaga pendidikan yang sebelumnya sudah mempunyai kompetensi untuk bisa go internasional.

Optimisme tersebut, tandas Umi, atas dasar SMAMSA sudah memenuhi delapan kompetensi mutu pendidikan nasional. Sedangkan delapan kompetensi mutu pendidikan nasional tersebut disusun berdasarkan standart mutu pendidikan internasional.

“Prinsipnya kami sudah melakukan beberapa terobosan agar siswa didik mempunyai kompetensi mutu nasional, dan siap untuk go internasional. Sekarang tinggal menyiapkan faktor pendukungnya agar program ini segera terlaksana,” pungkasnya. (foto: umi/editor: doni osmon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *