Ustadz Zulfi Bedah Hikmah Isra’Mikraj, Guru-Siswa SMAMSA Belajar-Kinerja

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Guru, karyawan, dan siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang (SMAMSA) tumplek blek, di kajian virtual bersama ustadz senior Muhammadiyah, Dr. Zulfi Mubarok, membedah tematik Perspektif Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Hikmah Shalat dalam Peningkatan Kinerja Pegawai dan Disiplin Belajar Bagi Siswa tadi pagi (19/3/2021).

“Isra’Mikraj utama adalah shalat. Itu sebabnya banyak hikmah dari peristwa ini dan perintah shalat dalam semua aspek kehidupan. Termasuk bidang pendidikan jika ingin ‘hidup’ tegakkan shalat wajib maupun sunnah,” opening ustadz Zulfi Mubarok, saat virtual.

Kenapa shalat? Ustadz Zulfi mengambil contoh hikmah dalam kondisi pandemi saat ini. Bahwa mahluk Allah bernama covid mengajarkan seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah, hidup bersih, serta menjaga ragawi yang dapat digunakan untuk melakukan ibadah.

“Ini semua terangkum dalam rasa syukur pemberian nikmat Allah berupa Islam, iman dan imun dalam konteks kesehatan. Nah, bentuknya rasa syukur tersebut salah satunya dengan menegakkan shalat tepat waktu lima kali sehari dilengkapi dengan shalat sunnah sesuai kemampuan masing-masing pribadi,” tandas Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Ustadz Zulfi Bedah Hikmah Isra’Mikraj, Guru-Siswa SMAMSA Belajar-Kinerja 1
Suasana kajian online di SMAMSA bahas hikmah isra’mikraj.

Sebelum shalat, tandas Zulfi, seorang muslim terlebih dulu mensucikan diri melalui wudhu. Pada saat wudhu ada proses pembasuhan anggota tubuh yang saat ini dijadikan protocol kesehatan penanganan covid. Seperti cuci tangan, jaga jarak, mengunakan hand sanitizer yang semua itu mengarah kepada kebersihan diri dan lingkungan agar sehat bersama.

“Semua ini sebenarnya sudah diatur dalam shalat. Begitu juga ketika pengelola dan siswa suatu lembaga pendidikan menegakkan shalat dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitarnya, maka akan mengundang keberkahan. Salah satu bentuk keberkahan adalah banyaknya siswa dan lulusannya menjadi sholeh dan sholehah berkarakter ahklahul kharimah, seperti yang terjadi di SMAMSA ini,” ucap ustadz Zulfi.

Bersyukur, lanjut ustadz Zulfi, merupakan kunci penting dalam mengelola lembaga pendidikan, begitu juga dengan siswanya harus selalu bersyukur meskipun berlajarnya virtual. Sebab dengan bersyukur khususnya ketika posisi sujud dalam shalat merupakan kerendahan diri seorang Hamba Allah agar mendapatkan pertolongan dan tambahan nikmat atas rasa syukur tersebut di setiap keadaan.

Shalat di tutup dengan salam, tambah ustadz Zulfi, untuk mengingatkan seorang hamba Allah harus melihat lingkungan, ta’awun dalam segala kebaikan untuk mewujudkan harapan menjadi kenyataan. Jika konteksnya pendidikan, maka apa yang dilakukan SMAMSA sudah tepat dengan mengembangkan ma’had Bedjo Dermoleksono. Sekarang saatnya menoleh kanan kiri mengucap salam untuk ta’awun mewujudkan ma’ad tahfidz tersebut segera teralisasi. (foto: maya marisa/editor: doni osmon) daftar saja PPDB SMAMSA: program inden: oktober-desember 2020, reguler: januari-juli 2021 Jl. Brigjen Slamet Riadi 134 Oro-oro Dowo Malang, download aplikasi SMAMSA di playstore, http://smamsa.sch.id(telp. 081334218474, 082132682579)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *